Imbas Kasus Keracunan Massal, BGN Ungkap 106 Dapur MBG Resmi Ditutup

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:43 WIB
Ilustrasi persiapan program MBG (Dok. BGN)
Ilustrasi persiapan program MBG (Dok. BGN)

INSIBERNEWS - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya dianggap sebagai solusi pemenuhan gizi anak di sekolah, kini justru membuat para orang tua was-was usai dibayangi berbagai kasus keracunan massal.

Program dengan sajian menu yang dibagikan dari dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini kerap tersandung kasus keracunan massal yang membuat kepercayaan publik menurun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengakui, pihaknya menutup puluhan dapur karena ditemukan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Geger! Tuduhan Skandal Lee Yi Kyung Ternyata Hanya Rekayasa AI, Pelaku Akui Semua Hanyalah Prank

“Sekarang itu ada 106 yang dihentikan operasionalnya, baru 12 yang kami rilis,” ungkap Dadan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Oktober 2025.

Disebutkan, kini BGN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperbarui data keracunan MBG secara real time.

Data tersebut dapat diakses publik melalui laman resmi BGN sebagai bentuk transparansi, bersamaan dengan rampungnya Peraturan Presiden tentang Tata Kelola MBG dan akan segera diterbitkan.

Baca Juga: Akibat Rumor Perselingkuhan Julia Prastini Ramai, Ayah Na Daehoon Minta Maaf

“Kita usahakan 82,9 juta penerima bisa tercapai hingga akhir tahun 2025. Selambat-lambatnya Februari 2026,” imbuh Dadan.

Investigasi Kasus Keracunan MBG
Terkait kasus keracunan massal, diketahui BGN kini tak tinggal diam, dengan menerjunkan 2 tim investigasi yang telah dibentuk untuk menelusuri penyebab keracunan massal.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menjelaskan, tim tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk Polri, BIN, BPOM, dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Clara Shinta Baru Dua Bulan Menikah Dengan Alexander Assad, Ungkap Rumah Tangganya Alami Keretakkan

“Di tim investigasi ini kita bentuk dua. Dari dalam ada Deputi Tauwas, itu pemantauan dan pengawasan, nanti akan bekerja sama dengan Kepolisian, BIN, Dinkes, BPOM, dan juga pemda setempat,” ujar Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Senin, 29 September 2025.

Tim independen yang dilibatkan juga beranggotakan ahli kimia, farmasi, hingga chef profesional untuk meninjau aspek kebersihan, bahan baku, dan proses produksi.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X