INSIBERNEWS - Perdebatan diantara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menuai sorotan hangat dari publik.
Pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi itu menantang Menkeu Purbaya untuk membuktikan tudingan dana APBD Jabar senilai Rp4,17 triliun mengendap di bank.
Sebelumnya, Dedi menolak tudingan yang menyebut Pemprov Jabar menyimpan dana publik dalam bentuk deposito, sehingga menantang Menkeu membuka data yang disebutnya bersumber dari Bank Indonesia.
Baca Juga: Cuma Butuh 5 Menit! Begini Cara Cek 7 Tanda HP Disadap dan Langsung Amankan Data Anda.
Gubernur Jabar melontarkan tantangan itu lewat akun Instagram pribadinya pada Senin, 20 Oktober 2025.
“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu (Purbaya) untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” kata Dedi.
Di lain pihak, Purbaya tak tinggal diam setelah mengetahui adanya tantangan itu. Dengan nada tak kalah tegas, ia menegaskan data APBD Jabar yang mengendap di bank itu bukan hasil perkiraan, melainkan bersumber dari laporan resmi perbankan.
Baca Juga: Menko AHY Buka Suara soal Proyek Whoosh Rute Surabaya di Tengah Polemik Utang yang Memanas
Kini, pernyataan saling sindir pun tak terhindarkan. Publik kini disuguhi adu argumen antara dua pejabat tinggi negara yang saling uji kebenaran soal uang daerah.
Berikut kronologi adu argumen Dedi Mulyadi vs Menkeu Purbaya tentang dugaan kibul-kibul APBD Jabar yang mengendap di bank.
Dedi Bantah Tudingan, Minta Menkeu Buka Data
Terkini, Dedi Mulyadi sempat membantah keras tudingan yang menyebut adanya dana APBD Jabar yang disimpan dalam bentuk deposito.
Baca Juga: Menko AHY Buka Suara soal Proyek Whoosh Rute Surabaya di Tengah Polemik Utang yang Memanas
Gubernur Jabar menyebut, tudingan itu menyesatkan dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, dan mengaku sudah menelusuri langsung ke Bank Jabar Banten (BJB) untuk memastikan kebenaran data yang disampaikan Purbaya.
“Saya bolak-balik ke BJB nanyain, kumpulin staf, marahin staf, ternyata tidak ada. Dibuka di dokumen kas daerah juga tidak ada,” ujar Dedi lewat akun Instagram @dedimulyadi71, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Artikel Terkait
Kejari Cilegon Sita Harta Koruptor Bapelkes KS Senilai Rp 3,7 Miliar dari Lelang 33 Bidang Tanah.
Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?
Cuma Butuh 5 Menit! Begini Cara Cek 7 Tanda HP Disadap dan Langsung Amankan Data Anda.
Imbas Kasus Keracunan Massal, BGN Ungkap 106 Dapur MBG Resmi Ditutup
Chef Profesional Soroti Kasus Keracunan Massal MBG, Sarankan untuk Contoh Jepang
Viral! Perempuan di Aceh Singkil Diceraikan dan Usir Dua Anak Usai Suami Lulus PPPK, Padahal Sang Istri Temani Suami Dari Nol