Utang WHOOSH 'Bom Waktu': AHY Peringatkan Proyek Jakarta-Surabaya Tak Cuma Bangun Jalur Begini Menurutnya!

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:42 WIB
Ilustrasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Kereta Whoosh (foto:@geminiai)
Ilustrasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Kereta Whoosh (foto:@geminiai)

INSIBERNEWS–Proyek yang menjanjikan waktu tempuh fantastis, Jakarta-Surabaya hanya 3 jam, kini dihadapkan pada bayang-bayang polemik utang proyek sebelumnya.

 Rencana ambisius perpanjangan rute Kereta Cepat Indonesia-China (Whoosh) dari Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya menjadi sorotan. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa perpanjangan rute ini tak boleh terhambat, namun juga harus disertai skema pembiayaan yang berkelanjutan dan memitigasi risiko utang.

 Baca Juga: AIR MATA ISTRI 'KANG MUS' EPY KUSNANDAR: Dikira Dipalak, Polisi Ungkap Cekcok di Warung Jukut Goreng Hanya Gara-gara Juru Parkir 'Teler' Minta Makan !

Dilema Utang vs Konektivitas: Mimpi Jakarta-Surabaya 3 Jam

AHY mengakui bahwa realisasi rute Whoosh ke Surabaya dan permasalahan utang yang membelit proyek Whoosh Jakarta-Bandung adalah dua sisi mata uang yang harus didekati secara cermat.

“Di satu sisi, kita ingin konektivitas secara signifikan. Bisa dibayangkan, kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh 3 jam saja, maka signifikan dari sisi travel time,” ujar AHY di kantor Kemenko IPK, Selasa (21/10/2025).

Jarak tempuh yang terpangkas drastis (dari sekitar 10-12 jam perjalanan darat/kereta konvensional) ini diprediksi akan merevolusi mobilitas, efisiensi bisnis, dan pariwisata antar dua kota metropolitan terbesar di Jawa. Namun, mimpi ini membawa tantangan besar, yaitu beban biaya dan skema utang yang harus diselesaikan dari proyek pendahulu.

AHY mengingatkan, "Utang ini tidak boleh menghambat rencana besar kita untuk mengembangkan konektivitas berikutnya, tadi Jakarta sampai dengan Surabaya."

Baca Juga: Tegang di Kabinet Merah Putih: Purbaya dan Luhut Saling Jauhi, Benarkah Ada Retak?

Kunci Solusi AHY: TOD dan Nilai Tambah Kawasan

Menko AHY menegaskan bahwa proyek infrastruktur raksasa tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan jalur semata, melainkan harus memberikan manfaat atau keuntungan yang dirasakan secara luas dan mampu menciptakan stabilitas pembiayaan.

Solusinya terletak pada pengembangan kawasan di sekitar stasiun, atau yang dikenal sebagai konsep Transit-Oriented Development (TOD).

“Kawasan-kawasan transit itu harus menjadi nilai tambah yang juga bisa mendukung stabilitas pembiayaan dengan pengembangan konsep TOD... dengan pengembangan kawasan kita bisa menangkap potensi nilai tambah dari tanah atau lahan,” papar AHY.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X