Susu Segar MBG Cuma 30 Persen, BGN Klaim Kandungan Gizi Tetap Optimal

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:31 WIB
Ilustrasi susu (Photo : istimewa)
Ilustrasi susu (Photo : istimewa)

INSIBERNEWS - Publik ramai menyoroti kandungan susu kemasan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Terungkap bahwa susu kemasan yang dibagikan hanya memiliki kandungan 30 persen susu.

Susu kemasan yang dibagikan saat MBG ini adalah produk sendiri dengan nama Susu Sekolah dengan isi 125 ml.

Meski bukan 100 persen susu segar, Pihak BGN mengklaim bahwa formulasi disusun berdasarkan standar gizi susu cair penuh (full cream milk) sesuai Peraturan BPOM No. 13 Tahun 2023, sehingga anak-anak penerima program tetap memperoleh manfaat gizi optimal.

Baca Juga: Cak Imin Bela Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN: 'Kalau 1.900 Santri Mau Belajar di Mana?'

“Walau belum 100 persen menggunakan susu segar lokal, kandungan gizi susu MBG, mulai dari protein, kalsium, hingga vitamin D dibuat setara dengan susu segar,” ujar Tim Pakar Bidang Susu BGN, Epi Taufik dalam keterangannya pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Dijelaskan bahwa kandungan kalsium pada susu MBG tidak kurang dari yang dibutuhkan oleh tubuh anak-anak.

“Kandungan kalsium tidak kurang dari 15 persen daily value, kadar lemak tidak kurang dari 3 persen, kadar protein tidak kurang dari 2,7 persen, dan kadar karbohidrat dan mineral tidak kurang dari 7,8 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Nadiem Makarim Diperiksa Kembali sebagai Tersangka Kasus Korupsi Laptop Chromebook usai Kalah Praperadilan

“Jadi, bukan berarti jika susu segarnya 20 persen lalu sisanya semua air,” tambahnya.

Adapun diungkapkan kebutuhan susu nasional makin meningkat sejak pemerintah menggalakkan program MBG.

“Sebelum ada MBG, kebutuhan susu nasional sekitar 4,7 juta ton per tahun. Dengan adanya MBG, permintaan naik menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun,” kata Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Baca Juga: Cegah Rabies di Ibu Kota, Pramono Siapkan Aturan Larangan Makan Daging Anjing dan Kucing

“Ini artinya, ada ruang pertumbuhan besar bagi peternak lokal untuk mengisi pasar yang selama ini dikuasai impor,” tambahnya.

Program MBG yang sudah berjalan sejak 6 Januari ini juga diklaim menjadi pasar susu nasional dan penyerapan akan berjalan seiring dengan keberlangsungan program.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X