INSIBERNEWS - Kisah Lurah Perintis Muhammad Fadli di Kecamatan Medan Timur, bisa jadi pelajaran bahwa menjadi lurah tidak selalu tentang duduk di kantor dan tanda tangan berkas. Tugas di lapangan justru sering menghadirkan risiko yang tak terduga, seperti yang baru saja menimpanya.
Fadli mendadak viral di media sosial usai dirinya diceburkan ke got oleh seorang warga saat tengah menjalankan tugas menertibkan polisi tidur ilegal.
Insiden ini terjadi di Jalan Madukoro, Lingkungan I, Kelurahan Perintis, Kota Medan, Senin (13/10) pagi sekitar pukul 09.15 WIB.
Baca Juga: Cegah Rabies di Ibu Kota, Pramono Siapkan Aturan Larangan Makan Daging Anjing dan Kucing
Kala itu, Fadli turun langsung ke lokasi untuk mencabut polisi tidur yang dibuat warga tanpa izin. Polisi tidur tersebut terbuat dari ban motor bekas yang dipaku ke aspal dan ditumpuk dengan pasir serta bongkahan tanah. Tindakan itu dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Kami dapat laporan dari warga melalui kepala lingkungan tentang adanya polisi tidur yang tidak sesuai aturan. Paku-pakunya menonjol dan membuat pengendara terganggu,” ujar Fadli saat ditemui di kantornya usai kejadian.
Baca Juga: DKI Jakarta Gunakan PON Bela Diri 2025 Sebagai Ajang Pemanasan Menuju PON 2028
Namun, niat baik itu justru berujung kericuhan. Warga berinisial A, yang disebut sebagai pembuat polisi tidur, tak terima dengan tindakan aparat kelurahan. Ia sempat memprotes keras hingga akhirnya menyerang dan mendorong Fadli ke arah got di pinggir jalan.
Fadli pun tercebur ke dalam air got yang kotor, membuat celananya basah kuyup. Warga yang menyaksikan kejadian itu tampak panik dan sebagian berusaha melerai. Aksi tersebut sempat direkam oleh warga sekitar dan langsung menyebar luas di media sosial.
Menurut Fadli, dirinya tidak menyangka akan mendapat perlakuan kasar seperti itu. Padahal, ia hanya menjalankan tugas sesuai laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa langkah penertiban dilakukan demi keamanan dan keteraturan lingkungan.
Baca Juga: Puji Prabowo di KTT Mesir, Donald Trump: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
“Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Tapi kalau sudah meresahkan dan membahayakan, tentu harus kami tertibkan. Itu memang tugas kami sebagai aparat kelurahan,” tuturnya.
Usai kejadian, Fadli melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Sementara itu, pelaku A dikabarkan telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan mengundang simpati, karena memperlihatkan betapa beratnya tugas aparatur pemerintahan di tingkat bawah.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil di Indonesia Naik Tipis September 2025, Innova Pimpin Mobil Paling Laris!
Usai Gagal di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Dikabarkan Pulang ke Belanda
Prabowo Saksikan Penandatanganan Perdamaian Gaza di KTT Sharm El-Sheikh, Berdiri di Barisan Depan Bersama Pemimpin Dunia
Disebut Rendahkan Lulusan Sarjana karena Gaji UMP, Partai Buruh Kritik Program Magang Nasional
Deretan Bansos Cair Oktober 2025: PKH, BPNT, hingga PIP Kembali Disalurkan Pemerintah, Cek Sekarang!
El Rumi Buka Suara Soal Isu Pernikahan dengan Syifa Hadju, Takut Kena Ain Jadi Alasan Belum Mau Bicara Banyak
Ogah Bayar Utang Whoosh Rp116 Triliun, Menkeu Purbaya Tegas Menolak Ambil Jatah dari APBN
Puji Prabowo di KTT Mesir, Donald Trump: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
DKI Jakarta Gunakan PON Bela Diri 2025 Sebagai Ajang Pemanasan Menuju PON 2028
Cegah Rabies di Ibu Kota, Pramono Siapkan Aturan Larangan Makan Daging Anjing dan Kucing