Pemerintah sendiri menyambut baik keputusan ini. Selain memperkuat posisi kepemilikan Indonesia di Freeport, langkah ini juga dianggap sebagai bentuk win-win solution yang tidak hanya menguntungkan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga masyarakat Papua dari sisi sosial.
Kesepakatan terbaru ini pun menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi dan pendekatan negosiasi bisa membuka peluang yang lebih besar dari target awal.
Dengan adanya divestasi 12 persen plus pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, Indonesia tak hanya mendapatkan saham, tetapi juga investasi masa depan untuk generasi muda Papua.
Artikel Terkait
Apple Siap Produksi MacBook Pro Baru, Peluncuran Diprediksi Awal 2026
Meta Rilis Panduan Baru untuk Cegah Obrolan Tidak Pantas AI dengan Anak-anak
Ilham Habibie Kembalikan Rp1,3 Miliar ke KPK Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bank BJB
Penasaran! Kenapa Obat Rasanya Pahit? Ternyata Ini Alasannya
Bendera Setengah Tiang Berkibar di Istana, Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Menteri Unifikasi Korsel Sebut Korea Utara Kini Miliki Kapabilitas Serang Daratan AS
Komjen Chryshnanda: Polri Harus Jadi Polisi Rakyat yang Rendah Hati dan Empatik, Jangan Sombong!
Rahasia Manfaat Anggur Hijau untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Dubes Jepang: TKI Indonesia Jadi Incaran Perusahaan, Dikenal Pekerja Keras dan Taat Aturan
Rahasia Telur Dadar Mengembang Sempurna: Trik Sederhana Biar Cantik dan Lezat