INSIBERNEWS - Ketegangan antara Rusia dan negara-negara NATO kembali meningkat setelah tiga jet tempur MiG-31 milik Rusia menerobos masuk ke wilayah udara Estonia pada Jumat pekan lalu.
Insiden ini mendorong Estonia meminta Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan darurat yang dijadwalkan berlangsung Senin (22/9/2025) pagi waktu New York.
Baca Juga: Pria Mabuk Banting Bayi 1 Minggu hingga Tewas di Hulu Sungai Tengah, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Menurut Kementerian Luar Negeri Estonia, pelanggaran ini bukan sekadar insiden biasa. Tindakan Rusia dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan dan sembrono terhadap kedaulatan negara anggota NATO.
Estonia menegaskan kejadian itu juga mencerminkan sikap Rusia yang berulang kali menantang hukum internasional.
“Ini adalah pelanggaran mencolok terhadap wilayah udara Estonia, dan bagian dari pola pelanggaran Rusia yang semakin sering terjadi,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Estonia.
Baca Juga: Sehun Resmi Tamat Wamil, EXO Lengkap Kembali dan Siap Comeback Desember 2025
NATO sendiri langsung merespons cepat ketika radar mendeteksi tiga jet MiG-31 Rusia yang melintas tanpa izin di atas Teluk Finlandia. Dalam waktu 12 menit sejak terdeteksi, pesawat-pesawat tempur NATO langsung diterbangkan untuk mencegat dan memaksa jet Rusia keluar dari wilayah udara Estonia.
Pelanggaran udara ini memperburuk suasana yang sudah panas di kawasan Baltik, di mana NATO tengah meningkatkan patroli udara sejak ketegangan dengan Moskow kembali memuncak akibat perang di Ukraina.
Baca Juga: PDIP Pecat Wahyudin Moridu Imbas Video Viral Soal 'Merampok Uang Negara'
Sekretariat PBB melalui juru bicara Antonio Guterres memastikan bahwa pertemuan darurat DK PBB akan dimulai pada pukul 10.00 pagi waktu setempat.
Pertemuan tersebut diperkirakan akan dihadiri langsung oleh perwakilan tetap dari negara-negara anggota tetap DK, termasuk Rusia.
Meski begitu, banyak pihak meragukan bahwa sidang darurat ini akan menghasilkan resolusi tegas, mengingat Rusia memiliki hak veto di DK PBB. Namun, bagi Estonia, langkah ini penting untuk menunjukkan bahwa komunitas internasional tidak bisa terus menutup mata terhadap aksi provokatif Moskow.
Artikel Terkait
Kematian Yu Menglong: Benarkah Pernyataan Ibunda Sudah Menjawab Segalanya?
Heboh! Nenek 66 Tahun Jadi Finalis Miss Universe Jepang 2025
PDIP Pecat Wahyudin Moridu Imbas Video Viral Soal 'Merampok Uang Negara'
KPK Periksa Bupati Pati Sudewo Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api
Sidang Cerai Perdana Eza Gionino Digelar di PN Cibinong, Kuasa Hukum Utamakan Jalur Damai
Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Delapan Orang Ditangkap di Indekos
Mensesneg Tegaskan Skema Makanan Siap Santap Jadi Pilihan Terbaik Program MBG, Meski Banyak Usulan Perubahan
Sirene dan Strobo Jadi Sorotan Publik, Korlantas Hentikan Sementara Penggunaan di Jalan Raya
Sehun Resmi Tamat Wamil, EXO Lengkap Kembali dan Siap Comeback Desember 2025
Pria Mabuk Banting Bayi 1 Minggu hingga Tewas di Hulu Sungai Tengah, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi