PDIP Pecat Wahyudin Moridu Imbas Video Viral Soal 'Merampok Uang Negara'

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 22 September 2025 | 13:00 WIB
Wahyudin Moridu dipecat PDIP buntut video viral soal ‘merampok uang negara’. (Istimewa)
Wahyudin Moridu dipecat PDIP buntut video viral soal ‘merampok uang negara’. (Istimewa)

INSIBERNEWS — Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) resmi menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan terhadap Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP.

Langkah tegas itu diambil setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan pernyataan kontroversial Wahyudin dan memicu kemarahan publik.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Gorontalo, La Ode Haimudin, menegaskan keputusan pemecatan tersebut sudah ditetapkan secara resmi oleh DPP.

Baca Juga: Kematian Yu Menglong: Benarkah Pernyataan Ibunda Sudah Menjawab Segalanya?

Ia menekankan, hanya DPP yang berwenang memutuskan sanksi berat terhadap kader, termasuk dalam kasus Wahyudin.

“Pemecatan hanya dapat dilakukan berdasarkan keputusan DPP. Terhadap yang bersangkutan, DPP PDIP telah secara resmi memecat Wahyudin Moridu dari kader partai,” ujar La Ode di Gorontalo, Senin (22/9/2025), dikutip dari Antara.

Menurut La Ode, tindakan ini tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban partai, tetapi juga sebagai peringatan keras bagi seluruh kader PDIP.

Baca Juga: Mantan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee Muncul di Publik Usai Ditahan, Kondisi Kesehatan Jadi Sorotan

Ia mengingatkan agar setiap kader menjaga marwah partai dan tidak melakukan hal-hal yang bisa mencederai kepercayaan rakyat.

“Secara tegas, DPP PDIP mengingatkan seluruh kader untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan kepentingan rakyat dan mencederai nama baik partai,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa kader partai tidak dibenarkan melakukan aktivitas atau perilaku yang bertentangan dengan prinsip PDIP.

Baca Juga: Gubernur Jakarta Pramono Anung Soroti Maraknya Kecelakaan Bus TransJakarta, Janji Evaluasi Total

Menurutnya, setiap langkah kader seharusnya berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan justru menimbulkan citra negatif di mata publik.

Mewakili DPP, La Ode mengajak seluruh kader PDIP menjadikan kasus ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri.

“Dari peristiwa ini kami mengingatkan seluruh kader agar terus meningkatkan kualitas dalam kerja-kerja politik untuk kesejahteraan rakyat di Provinsi Gorontalo,” katanya.

Baca Juga: Miris! Dua Kakek Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bogor, Pelaku Ditangkap Usai Korban Berani Melapor ke Orangtua

Kasus Wahyudin bermula dari sebuah video berdurasi 1 menit 5 detik yang tersebar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Wahyudin tampak berbincang dengan seorang wanita di dalam mobil yang melintasi Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Saat ditanya tujuan perjalanan, ia menjawab hendak ke Makassar menggunakan uang negara.

Baca Juga: Inggris Resmi Akui Palestina dan Ubah Peta di Tepi Barat Gaza, Israel Meradang!

Dengan nada bercanda namun tegas, Wahyudin bahkan menyebut akan “merampok uang negara, menghabiskan uang negara agar negara miskin”.

Pernyataan itu dilontarkan sambil tertawa dan menyebut dirinya sedang bersama selingkuhannya. Ia juga menegaskan statusnya sebagai anggota DPRD Gorontalo yang masih aktif menjabat hingga 2031.

Video tersebut sontak memicu gelombang reaksi keras dari masyarakat. Warganet menilai ucapan Wahyudin tidak pantas keluar dari seorang wakil rakyat.

Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini, Pelanggar Terancam Denda Rp500 Ribu

Rekaman itu kemudian menyebar cepat di TikTok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp, dan menuai kecaman luas.

Menanggapi sorotan publik, Wahyudin akhirnya membuat klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gorontalo dan menegaskan ucapannya tidak dimaksudkan untuk melecehkan.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Cilincing, 15 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar

“Sesungguhnya saya tak berniat melecehkan atau menyinggung masyarakat Gorontalo. Semua ini murni kesalahan saya, dan dari hati paling dalam saya memohon maaf,” tulisnya, Sabtu (20/9/2025).

Lebih jauh, Wahyudin menyatakan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya.

“Apapun konsekuensi atas video ini saya, keluarga, dan teman dekat siap menanggungnya. Mohon maaf atas segala kegaduhan yang ada. Saya siap menerima dengan lapang dada,” pungkasnya.

Baca Juga: Bagikan 330 Ribu Smart TV ke Sekolah, Prabowo Dorong Pemerataan Akses Pembelajaran Digital hingga Pelosok

Keputusan pemecatan Wahyudin menjadi bukti komitmen PDIP untuk menjaga integritas partai di tengah sorotan publik.

Namun, kasus ini juga menyisakan pelajaran penting tentang pentingnya etika komunikasi bagi pejabat publik yang setiap gerak-geriknya diawasi masyarakat.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X