Media internasional menilai, protes besar ini bisa menjadi salah satu gelombang perlawanan rakyat terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Mereka menyebutkan bahwa apa yang terjadi saat ini menunjukkan besarnya ketidakpuasan publik terhadap cara negara mengelola anggaran dan kebijakan elit politik.
Hingga kini, pemerintah pusat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan publik soal pembatalan tunjangan tersebut. Publik pun menunggu langkah selanjutnya, sementara suasana di berbagai kota masih dipenuhi ketegangan dan rasa tidak percaya terhadap pengambil kebijakan.
Artikel Terkait
Parpol Kompak Dukung Penghapusan Tunjangan DPR, Respons Kemarahan Publik
Kematian Affan Gegerkan Publik: Prabowo Perintahkan Usut Tuntas 7 Brimob
Kapolri Tegaskan Mako Polri Haram Diserang: Instruksi Tembak Peluru Karet untuk Massa yang Paksa Terobos
Prabowo Ajak Rakyat Bersatu: Indonesia di Ambang Kebangkitan Jangan Mau Terpecah!
Tren Liburan Gen Z 2025: Dari FOMO ke JOMO dan Cari Pengalaman Otentik
Prabowo Panggil Cak Imin dan Tokoh Parpol: Sidang Kabinet Jadi Agenda Utama
Terungkap, Jimin BTS dan Song Da Eun Pernah Pacaran tapi Kini Sudah Lama Putus
PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR Usai Demo Ricuh! Begini Dampaknya
Adies Kadir Dicopot dari DPR! Golkar Ambil Langkah Tegas di Tengah Gejolak Publik Tunjangan DPR
PM Paetongtarn Shinawatra Lengser Usai Putusan MK Thailand, Skandal Telepon Bocor Jadi Pemicunya