Aksi Anarkis hingga Penjarahan Demo DPR di Indonesia jadi Sorotan Dunia

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:58 WIB
Selebriti Internasional Tunjukkan Dukungan untuk Aksi Demo  (Foto : instagram/rumiisme)
Selebriti Internasional Tunjukkan Dukungan untuk Aksi Demo (Foto : instagram/rumiisme)

INSIBERNEWS - Kericuhan yang meledak di sejumlah wilayah Indonesia kini menjadi perhatian besar media internasional. Aksi massa yang berujung pada pembakaran gedung DPRD dilaporkan menelan korban jiwa. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam peristiwa yang mengguncang opini publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Baca Juga: Adies Kadir Dicopot dari DPR! Golkar Ambil Langkah Tegas di Tengah Gejolak Publik Tunjangan DPR

Media Australia, ABC, menyoroti insiden ini dengan judul tajam: “Three dead after angry mob sets fire to parliament building in Indonesia.” Sementara itu, kantor berita Associated Press (AP) dari Amerika Serikat menurunkan laporan serupa dengan kalimat pembuka yang hampir identik.

Media besar lain seperti New York Post juga menempatkan tragedi ini sebagai berita utama dengan menekankan jumlah korban tewas dan simbolisme gedung parlemen daerah yang terbakar.

Baca Juga: PM Paetongtarn Shinawatra Lengser Usai Putusan MK Thailand, Skandal Telepon Bocor Jadi Pemicunya

Kerusuhan yang pecah sejak awal pekan ini dipicu oleh kabar tunjangan baru bagi anggota DPR pusat. Informasi yang beredar menyebutkan setiap anggota DPR akan menerima tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan, angka yang hampir 10 kali lipat dari upah minimum rata-rata pekerja Indonesia. Kebijakan ini langsung memantik amarah publik.

Gelombang protes bermula di Jakarta, lalu menjalar ke daerah-daerah lain. Para pengunjuk rasa menilai kebijakan itu bukan hanya boros, tapi juga tidak berperasaan.

Saat mayoritas rakyat sedang bergulat dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, beban pajak, hingga meningkatnya pengangguran, keputusan untuk menambah fasilitas anggota dewan dipandang sebagai bentuk ketidakadilan.

Baca Juga: PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR Usai Demo Ricuh! Begini Dampaknya

Sejumlah pengamat politik menilai, kebijakan ini menambah jarak antara pemerintah dan rakyat.

“Masyarakat melihat ada jurang yang semakin lebar antara mereka yang berkuasa dengan kondisi rakyat sehari-hari,” ujar seorang analis politik di Jakarta. Menurutnya, hal ini menjadi bahan bakar tambahan yang membuat emosi publik semakin tersulut.

Baca Juga: Terungkap, Jimin BTS dan Song Da Eun Pernah Pacaran tapi Kini Sudah Lama Putus

Selain menimbulkan korban jiwa, kerusuhan juga mengakibatkan kerugian besar pada fasilitas umum. Gedung DPRD yang menjadi simbol politik lokal kini hanya menyisakan puing dan arang.

Sementara itu, aparat keamanan terus berusaha menenangkan situasi meski di lapangan masih terjadi gesekan antara demonstran dan polisi.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X