INSIBERNEWS - China semakin serius menggarap sektor teknologi semikonduktor, khususnya chip kecerdasan buatan (AI). Negeri Tirai Bambu itu menargetkan kapasitas produksinya melonjak hingga tiga kali lipat pada tahun 2026, sebuah langkah yang dianggap sebagai bagian dari strategi besar mengurangi ketergantungan pada impor chip dari luar negeri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Umumkan Setop Tunjangan DPR dan Kunker Luar Negeri
Salah satu pemain utama yang mendorong ambisi ini adalah Huawei. Perusahaan raksasa teknologi asal Shenzhen itu dilaporkan bakal segera mengoperasikan pabrik chip AI terbaru mereka paling cepat pada akhir tahun ini.
Tidak berhenti di situ, dua fasilitas tambahan diproyeksikan mulai berjalan tahun depan untuk memperkuat rantai pasok domestik.
Baca Juga: BBM Langka di SPBU Swasta, Menteri ESDM Sarankan Beli ke Pertamina
Selain Huawei, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) juga tidak tinggal diam. Produsen chip terbesar di China tersebut disebut tengah menyiapkan rencana untuk menggandakan kapasitas produksinya pada 2025.
Jika terealisasi, langkah ini akan memberi dorongan signifikan terhadap kemampuan produksi chip lokal yang saat ini masih tertinggal dari pesaing global seperti TSMC dari Taiwan maupun Samsung dari Korea Selatan.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Demo Ricuh Mengarah ke Makar, TNI-Polri Diminta Bertindak Tegas
Dorongan besar-besaran ini tidak lepas dari euforia AI yang sedang melanda China. Kesuksesan chatbot DeepSeek yang menjadi perbincangan global tahun ini semakin memperkuat keyakinan bahwa masa depan kecerdasan buatan harus ditopang oleh kemandirian teknologi semikonduktor. Pemerintah pun memberi dukungan penuh, baik lewat insentif finansial, keringanan pajak, hingga proteksi kebijakan industri.
Baca Juga: Kim Jong Kook Umumkan Menikah September 2025, Running Man Panjang Durasi Demi Momen Spesial
“Produksi domestik tidak akan menjadi masalah dalam waktu dekat, terutama dengan semua kapasitas baru yang akan beroperasi tahun depan,” ungkap seorang eksekutif produsen chip asal China yang enggan disebutkan namanya.
Ia optimistis, percepatan pembangunan fasilitas baru akan membantu menutup kekurangan pasokan yang selama ini membayangi industri AI lokal.
Baca Juga: Beragam Fitur BRImo, Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama
Ambisi ini juga dipandang sebagai respons terhadap tekanan Amerika Serikat yang terus memperketat aturan ekspor chip canggih ke China.
Artikel Terkait
Rumah Sri Mulyani Dijarah Massa, TNI Dikerahkan Amankan Lokasi
Rumor Pernikahan Suzy dan CEO Tajir Viral, Management SOOP Angkat Bicara
Beragam Fitur BRImo, Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama
NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Surya Paloh Tegaskan Aspirasi Rakyat Jadi Acuan
PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya, Imbas Joget Viral dan Rumah Dijarah Massa
Kim Jong Kook Umumkan Menikah September 2025, Running Man Panjang Durasi Demi Momen Spesial
Prabowo Tegaskan Demo Ricuh Mengarah ke Makar, TNI-Polri Diminta Bertindak Tegas
Warga Padati MRT Jakarta di Hari Gratis, Tanda Ibu Kota Kembali Pulih
BBM Langka di SPBU Swasta, Menteri ESDM Sarankan Beli ke Pertamina
Presiden Prabowo Umumkan Setop Tunjangan DPR dan Kunker Luar Negeri