PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya, Imbas Joget Viral dan Rumah Dijarah Massa

Photo Author
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:59 WIB
Rumah Eko Patrio Diserbu Massa   (Foto : instagram/ekopatriosuper)
Rumah Eko Patrio Diserbu Massa (Foto : instagram/ekopatriosuper)

INSIBERNEWS - Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya mengambil langkah tegas terhadap dua kadernya yang juga anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama atau Uya Kuya. Keduanya resmi dinonaktifkan dari Fraksi PAN DPR RI mulai Senin, 1 September 2025.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh DPP PAN pada Minggu (31/8).

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI,” tulis keterangan resmi partai.

Baca Juga: NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, Surya Paloh Tegaskan Aspirasi Rakyat Jadi Acuan

Langkah tersebut diambil setelah gelombang demo ricuh melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Nama Eko dan Uya sebelumnya ramai jadi sorotan setelah keduanya berjoget dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus lalu.

Aksi itu dinilai publik tidak pantas dilakukan di forum resmi negara, apalagi di tengah kondisi rakyat yang sedang mengalami kesulitan.

Baca Juga: Beragam Fitur BRImo, Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama

Kontroversi semakin membesar ketika video joget mereka viral di media sosial. Kritik bermunculan, menyebut keduanya tidak peka terhadap situasi bangsa. Reaksi publik kemudian meluas, bahkan hingga berujung pada penyerangan rumah keduanya oleh massa.

Pada Sabtu (30/8) malam, rumah Eko Patrio di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dan rumah Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, diserbu warga.

Massa tidak hanya berteriak, tetapi juga menjarah barang-barang, merusak kaca, hingga membuat suasana mencekam. Rekaman kejadian itu pun tersebar luas di jagat maya.

Baca Juga: Rumor Pernikahan Suzy dan CEO Tajir Viral, Management SOOP Angkat Bicara

PAN menyadari, situasi yang berkembang sudah terlalu sensitif. Demi meredam gejolak, partai merasa perlu menunjukkan sikap tegas dengan menonaktifkan dua kader populernya tersebut. Kebijakan ini disebut sebagai upaya menjaga marwah partai dan merespons langsung aspirasi masyarakat.

Dalam pernyataannya, PAN juga mengimbau masyarakat agar tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersikap tenang, sabar, dan mempercayakan penyelesaian persoalan ini sepenuhnya kepada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X