Sementara untuk bisnis perhotelan dan rumah sakit milik BUMN, Dony menilai UMKM punya peluang besar untuk menjadi mitra penyedia produk dan jasa, seperti kebutuhan logistik, furnitur, makanan, hingga produk kesehatan.
“Jangan sampai UMKM hanya jadi penonton, mereka harus ikut menjadi bagian dari rantai bisnis ini,” ujarnya.
Baca Juga: Jungkook BTS Torehkan Rekor Baru, 3 MV dari Album ‘GOLDEN’ Tembus 200 Juta Views
Kebijakan konsolidasi BUMN sendiri sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa tahun terakhir, namun 2025 disebut menjadi momentum penting untuk mempercepat langkah tersebut.
Pemerintah menargetkan agar BUMN bisa lebih efisien, sehat secara finansial, serta benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya untuk korporasi.
Baca Juga: Mercedes-Benz Recall 3.700 Lebih Mobil, Ada Risiko Baut Kemudi Longgar
Dengan adanya konsolidasi ini, Danantara berharap akan muncul ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional bisa mendapat peran yang lebih besar, tidak sekadar sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga bagian penting dari rantai pasok nasional dan global.
Artikel Terkait
Target Bea Cukai 2026 Naik Jadi Rp334,3 Triliun, Sri Mulyani Andalkan Cukai Rokok dan Ekstensifikasi
Bapanas Naikkan HET Beras Medium, Disesuaikan dengan Biaya Produksi dan Distribusi
Harga Beras Mulai Turun di 15 Provinsi, Mentan Sebut Efek Operasi Pasar SPHP
Mercedes-Benz Recall 3.700 Lebih Mobil, Ada Risiko Baut Kemudi Longgar
Kirana Larasati Siap Pecahkan Rekor di Miss Universe Indonesia 2025
Jungkook BTS Torehkan Rekor Baru, 3 MV dari Album ‘GOLDEN’ Tembus 200 Juta Views
Wow! Hank, Anjing Kesayangan Rose BLACKPINK Debut Jadi Model Sampul Majalah Dogue
UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita
Saudi dan Mesir Kompak Desak Dunia Tekan Israel, Gencatan Senjata Gaza Harus Segera Terwujud