INSIBERNEWS - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program konsolidasi.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar efisiensi, tapi juga strategi membuka pasar baru yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: Saudi dan Mesir Kompak Desak Dunia Tekan Israel, Gencatan Senjata Gaza Harus Segera Terwujud
Ia menjelaskan, konsolidasi akan menyentuh sejumlah lini bisnis BUMN yang selama ini berdiri sendiri. Beberapa sektor yang disebutkan antara lain bisnis konstruksi atau karya, pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, manajemen aset, hingga kawasan industri.
Dengan digabungkan, BUMN di sektor tersebut diharapkan bisa lebih fokus dan efisien dalam bersaing di pasar.
Baca Juga: Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita
“Kita sudah mendengar bahwa akan ada konsolidasi BUMN, jumlahnya berkurang dari yang terlalu banyak menjadi lebih ramping. Tujuannya bukan hanya memperkuat perusahaan negara, tapi juga memberi peluang luas untuk UMKM agar bisa masuk sebagai supplier maupun mitra bisnis Danantara,” kata Dony dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Smesco Jakarta.
Menurutnya, konsolidasi ini juga bagian dari upaya pemerintah merapikan ekosistem bisnis di tanah air. Dengan jumlah BUMN yang lebih sedikit namun lebih kuat, pemerintah berharap rantai pasok bisa lebih terbuka dan tidak didominasi oleh perusahaan besar semata.
“UMKM bisa mendapatkan akses pasar yang lebih sehat karena ada ruang yang memang disiapkan,” tambahnya.
Baca Juga: UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Dony menilai, selama ini UMKM sering kali kesulitan menembus rantai bisnis BUMN karena prosesnya yang rumit dan persaingan dengan pemain besar.
Dengan penggabungan sejumlah BUMN, ia berharap ada simplifikasi kebijakan yang memudahkan UMKM untuk masuk, mulai dari proses pengadaan barang dan jasa hingga peluang kolaborasi.
Baca Juga: Wow! Hank, Anjing Kesayangan Rose BLACKPINK Debut Jadi Model Sampul Majalah Dogue
Lebih jauh, konsolidasi juga diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah. Misalnya pada sektor gula dan pupuk, penggabungan perusahaan akan memungkinkan adanya efisiensi produksi serta distribusi yang lebih baik. Hal ini tentu bisa membuka peluang usaha baru bagi UMKM lokal di sekitar wilayah produksi maupun distribusi.
Artikel Terkait
Target Bea Cukai 2026 Naik Jadi Rp334,3 Triliun, Sri Mulyani Andalkan Cukai Rokok dan Ekstensifikasi
Bapanas Naikkan HET Beras Medium, Disesuaikan dengan Biaya Produksi dan Distribusi
Harga Beras Mulai Turun di 15 Provinsi, Mentan Sebut Efek Operasi Pasar SPHP
Mercedes-Benz Recall 3.700 Lebih Mobil, Ada Risiko Baut Kemudi Longgar
Kirana Larasati Siap Pecahkan Rekor di Miss Universe Indonesia 2025
Jungkook BTS Torehkan Rekor Baru, 3 MV dari Album ‘GOLDEN’ Tembus 200 Juta Views
Wow! Hank, Anjing Kesayangan Rose BLACKPINK Debut Jadi Model Sampul Majalah Dogue
UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita
Saudi dan Mesir Kompak Desak Dunia Tekan Israel, Gencatan Senjata Gaza Harus Segera Terwujud