INSIBERNEWS - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan kabar positif terkait perkembangan harga beras di sejumlah daerah. Menurutnya, tren penurunan harga kini terjadi di 15 provinsi, jumlah yang lebih besar dibanding beberapa hari sebelumnya.
Amran menjelaskan, penurunan harga ini tidak lepas dari gencarnya operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan bersama Bulog dan pemerintah daerah. Program tersebut dinilai mampu menekan lonjakan harga yang sempat terjadi akibat kenaikan biaya produksi dan distribusi.
Baca Juga: Bapanas Naikkan HET Beras Medium, Disesuaikan dengan Biaya Produksi dan Distribusi
“Dua hari lalu, harga beras sudah turun di 13 provinsi, sekarang meluas ke 15 provinsi. Saya optimistis harga akan semakin stabil dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Minggu (24/8/2025).
Sejumlah wilayah yang mengalami penurunan harga antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Bali. Selain itu, laporan juga menyebutkan harga beras medium dan premium ikut melandai di beberapa pasar tradisional di Kalimantan dan Sulawesi.
Baca Juga: Target Bea Cukai 2026 Naik Jadi Rp334,3 Triliun, Sri Mulyani Andalkan Cukai Rokok dan Ekstensifikasi
Mentan menegaskan, kunci dari keberhasilan ini adalah penguatan distribusi beras SPHP agar pasokan bisa lebih merata. Ia menilai, stabilitas harga beras sangat bergantung pada kelancaran rantai distribusi dari gudang Bulog ke pedagang di tingkat bawah.
Pemerintah, lanjut Amran, juga terus mendorong kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, agar operasi pasar berjalan lebih efektif.
Ia memastikan stok beras di gudang Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: KPK Tahan Komisaris PT Sepiak Jaya Kaltim, Kasus Suap IUP Seret Nama Eks Gubernur
Selain operasi pasar, strategi lain yang sedang dijalankan adalah percepatan penyerapan gabah dari petani lokal. Hal ini dilakukan untuk memastikan harga gabah tetap terjaga, sementara pasokan beras untuk masyarakat tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.
“Petani tetap harus sejahtera, tapi konsumen juga perlu dilindungi. Itulah sebabnya SPHP ini sangat penting untuk menyeimbangkan harga,” kata Amran.
Baca Juga: Pahami Kode Kekentalan Oli, Rahasia Mesin Motor Tetap Awet dan Bertenaga
Dengan tren penurunan harga ini, pemerintah berharap kekhawatiran masyarakat bisa berkurang. Meski demikian, Mentan menekankan bahwa pengawasan akan terus dilakukan agar stabilitas harga beras dapat dipertahankan, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya ditandai dengan peningkatan kebutuhan pangan.
Artikel Terkait
Biodata Bruno Moreira Soares, Cetak Gol Melalui Titik Penalti vs Bali United
Profil Risto Mitrevski yang Cetak Gol vs Bali United di Super League Indonesia 2025
Daftar Pemain yang Kena Kartu Kuning di Pertandingan Persebaya Surabaya vs Bali United
Sukses Mencetak Gol vs Bali United, Siapa Francisco Rivera? Ini Biodatanya...
Viral! Muncul Sosok Sintya Cilla Perempuan Yang Hamil Anak Dj Panda Berawal Dari Ngefans
Mobil 7 Seater Bekas di Bawah Rp100 Juta, Solusi Nyaman untuk Keluarga Indonesia
Pahami Kode Kekentalan Oli, Rahasia Mesin Motor Tetap Awet dan Bertenaga
KPK Tahan Komisaris PT Sepiak Jaya Kaltim, Kasus Suap IUP Seret Nama Eks Gubernur
Target Bea Cukai 2026 Naik Jadi Rp334,3 Triliun, Sri Mulyani Andalkan Cukai Rokok dan Ekstensifikasi
Bapanas Naikkan HET Beras Medium, Disesuaikan dengan Biaya Produksi dan Distribusi