INSIBERNEWS - Arab Saudi dan Mesir kembali menegaskan sikap tegas mereka soal krisis kemanusiaan di Gaza. Kedua negara tersebut menyerukan penghentian segera serangan Israel serta meminta komunitas internasional meningkatkan tekanan agar gencatan senjata bisa segera diwujudkan.
Seruan ini disampaikan dalam pertemuan darurat menteri luar negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Jeddah, Senin (25/8).
Baca Juga: Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menekankan bahwa tindakan cepat dibutuhkan untuk menghentikan pelanggaran Israel dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah Gaza tanpa hambatan.
“Kami menolak segala bentuk agresi, termasuk ekspansi permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki. Saat ini ada konsensus global yang semakin kuat mengenai solusi dua negara, dan Saudi mendukung penuh hak rakyat Palestina untuk membentuk negara merdeka,” ujar Pangeran Faisal.
Baca Juga: UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menegaskan pentingnya tekanan dunia internasional agar Israel menerima proposal gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan telah disetujui Hamas. Rencana tersebut mencakup penghentian tembak-menembak selama 60 hari serta akses penuh bagi distribusi bantuan kemanusiaan.
Menurut Abdelatty, saat ini lebih dari 5.000 truk bantuan masih tertahan di perbatasan Mesir akibat pembatasan yang dilakukan Israel.
Padahal, kata dia, Gaza membutuhkan setidaknya 700 truk per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi 2,4 juta warganya.
Baca Juga: Wow! Hank, Anjing Kesayangan Rose BLACKPINK Debut Jadi Model Sampul Majalah Dogue
Mesir juga menyoroti risiko bencana kemanusiaan yang semakin parah jika jalur bantuan tetap ditutup. Rumah sakit kekurangan pasokan obat dan listrik, sementara ribuan keluarga terpaksa bertahan hidup hanya dengan sedikit makanan dan air bersih.
Saudi dan Mesir menilai, gencatan senjata bukan hanya soal menghentikan perang, melainkan juga langkah awal untuk membuka ruang diplomasi yang lebih serius terkait penyelesaian konflik Palestina–Israel.
Keduanya menegaskan, tanpa upaya nyata dari komunitas internasional, krisis di Gaza akan terus berlarut-larut dan menelan lebih banyak korban sipil.
Baca Juga: Jungkook BTS Torehkan Rekor Baru, 3 MV dari Album ‘GOLDEN’ Tembus 200 Juta Views
Artikel Terkait
KPK Tahan Komisaris PT Sepiak Jaya Kaltim, Kasus Suap IUP Seret Nama Eks Gubernur
Target Bea Cukai 2026 Naik Jadi Rp334,3 Triliun, Sri Mulyani Andalkan Cukai Rokok dan Ekstensifikasi
Bapanas Naikkan HET Beras Medium, Disesuaikan dengan Biaya Produksi dan Distribusi
Harga Beras Mulai Turun di 15 Provinsi, Mentan Sebut Efek Operasi Pasar SPHP
Mercedes-Benz Recall 3.700 Lebih Mobil, Ada Risiko Baut Kemudi Longgar
Kirana Larasati Siap Pecahkan Rekor di Miss Universe Indonesia 2025
Jungkook BTS Torehkan Rekor Baru, 3 MV dari Album ‘GOLDEN’ Tembus 200 Juta Views
Wow! Hank, Anjing Kesayangan Rose BLACKPINK Debut Jadi Model Sampul Majalah Dogue
UU Haji dan Umrah Resmi Direvisi, DPR Sepakati Perubahan Nomenklatur Hingga Aturan Petugas
Bareskrim Bekukan Ratusan Rekening Judi Online, Dana Fantastis Rp154 Miliar Disita