Kebakaran Hutan Karhutla Makin Meluas, Riau Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat

Photo Author
- Rabu, 23 Juli 2025 | 14:04 WIB
Kebakaran Hutan Karhutla Makin Meluas di Riau (Foto : Dok/Polda Riau)
Kebakaran Hutan Karhutla Makin Meluas di Riau (Foto : Dok/Polda Riau)

INSIBERNEWS - Pemerintah Provinsi Riau resmi meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat.

Langkah ini diambil menyusul memburuknya kondisi di lapangan, terutama di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil) yang dalam beberapa hari terakhir dilanda kebakaran cukup besar.

Baca Juga: DBD Masih Mengancam Jawa Tengah, 6.226 Kasus Tercatat hingga Akhir Juni 2025

“Kita sudah mendapatkan arahan dari BNPB untuk menetapkan status Tanggap Darurat karena karhutla terjadi cukup signifikan dalam beberapa hari ini,” ujar Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, Selasa (22/7).

Dengan peningkatan status tersebut, Provinsi Riau akan menerima bantuan dan intervensi langsung dari pemerintah pusat. Ini termasuk bantuan personel, peralatan pemadam, hingga dukungan logistik yang dibutuhkan untuk mengendalikan situasi darurat.

Pasalnya, menurut Edy, kondisi di lapangan sangat menantang—bukan hanya karena cuaca panas ekstrem, tetapi juga faktor angin yang memperparah penyebaran api.

Baca Juga: Sammy dan Lesti Kejora Curhat di MK, Soal Ribetnya Izin Nyanyi Lagu Sendiri

“Kemarin di Rohil asapnya parah sekali. Semua tim langsung turun ke lapangan. Tapi memang petugas cukup kewalahan, karena angin sangat kencang dan api cepat menjalar ke area lain,” jelasnya.

Sementara itu, lokasi kebakaran yang berada jauh dari sumber air membuat proses pemadaman darat jadi tidak maksimal.

Baca Juga: Zombie Menyebar ke Seoul! ‘All of Us Are Dead 2’ Mulai Syuting, Ini Dia Deretan Pemain Baru

Untuk mempercepat proses pengendalian api, BPBD Riau kini telah menerima bantuan dua unit helikopter water bombing dari BNPB. Kedua helikopter tersebut dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses dari darat. Selain itu, dilakukan pula operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan harapan bisa menurunkan hujan buatan di area terdampak.

“OMC sudah mulai dilakukan. Mudah-mudahan hari ini hujan bisa turun dan membantu proses pemadaman,” kata Edy dengan harapan besar agar kondisi bisa segera membaik.

Baca Juga: Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka

Meningkatnya karhutla di musim kemarau tahun ini memang bukan kejutan, namun tetap menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kabut asap yang mulai terasa di sejumlah wilayah berpotensi mengganggu aktivitas warga dan kualitas udara.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X