Ozzy Osbourne Wafat di Usia 76 Tahun, Dunia Musik Heavy Metal Berduka

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 23 Juli 2025 | 12:52 WIB
Ozzy Osbourne Wafat Dunia Musik Heavy Metal Berduka (@OzzyOsbourne)
Ozzy Osbourne Wafat Dunia Musik Heavy Metal Berduka (@OzzyOsbourne)



INSIBERNEWS — Dunia musik kembali diselimuti kabut duka. Salah satu ikon terbesar dalam sejarah rock dan heavy metal, Ozzy Osbourne, meninggal dunia pada Selasa, 22 Juli 2025, di usia 76 tahun.

Sosok yang dijuluki Prince of Darkness ini dikenal sebagai vokalis utama band legendaris Black Sabbath.

Sekaligus pelopor dari genre yang melahirkan jutaan pengikut fanatik di seluruh dunia.

Baca Juga: Jennifer Coppen Dapat Restu Keluarga Justin Hubner? Ultahnya di Belanda Jadi Bukti

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui unggahan resmi di platform X (dulu Twitter) pada Rabu pagi, 23 Juli 2025.

“Dengan kesedihan yang tak terlukiskan, kami harus mengumumkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini,” tulis keluarga dalam pernyataan tersebut.

“Beliau dikelilingi oleh cinta dan kehangatan keluarga. Kami memohon kepada semua pihak untuk menghormati privasi kami dalam masa yang penuh duka ini.”

Baca Juga: Bertumbuh dan Capai 42,7 Juta Pengguna, BRImo Tawarkan Kemudahan dan Kenyamanan Bertransaksi

Ozzy bukan hanya musisi dia adalah simbol kebebasan, pemberontakan, dan ekspresi yang liar.

Ia tumbuh di tengah kerasnya lingkungan Birmingham, Inggris, sebelum bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward membentuk Black Sabbath pada akhir 1960-an.

Lewat musik yang suram, berat, dan menyayat telinga, mereka mengubah arah dunia rock selamanya.

Baca Juga: Klarifikasi Iris Wullur Dipertanyakan, Jejak Kedekatan dengan Arif Purnama Kembali Muncul di Publik

Lagu-lagu seperti “Paranoid”, “War Pigs”, dan “Iron Man” bukan hanya terkenal mereka menjadi soundtrack dari era yang haus suara perlawanan.

Black Sabbath disebut-sebut sebagai salah satu band yang mendefinisikan genre heavy metal, dan Ozzy adalah suaranya.

Namun, kariernya tak selalu mulus. Gaya hidup liar dan masalah kecanduan sempat membuatnya dipecat dari Black Sabbath pada akhir 1970-an.

Baca Juga: Viral Bukan Karena Enak? Omzet Donat Pinkan Mambo Tembus Rp2 Juta Sehari!

Tapi justru dari keterpurukan itu, Ozzy bangkit dan membangun karier solo yang justru meledak lebih dahsyat.

Tahun 1980 menandai kebangkitan Ozzy lewat album debutnya, Blizzard of Ozz. Di dalamnya, terdapat salah satu lagu paling viral dan bersejarah dalam dunia musik rock: "Crazy Train".

Lagu ini menjadi bukti nyata bahwa Ozzy tak bisa dikandangkan, energinya, karismanya, dan suaranya tetap tak tergantikan.

Baca Juga: Peringati Para Penggiling Padi Nakal, Prabowo: Saya Sita, Saya Serahkan ke Koperasi!

"Crazy Train" bukan sekadar lagu; ia adalah fenomena lintas generasi. Diputar di stadion olahraga, digunakan dalam berbagai film, serial, hingga video game, lagu ini menjadi pintu masuk banyak generasi muda ke dalam dunia rock.

Gitar riff dari Randy Rhoads dan jeritan khas Ozzy menjadikannya salah satu lagu rock paling dikenali sepanjang masa.

Lagu-lagu lain seperti "Mr. Crowley", "Bark at the Moon", "No More Tears", hingga "Mama, I’m Coming Home" memperkuat posisi Ozzy sebagai legenda yang tak tertandingi.

Baca Juga: Geger! DJ Panda Akhirnya Akui Anak yang Dikandung Erika Carlina: 'Saya Mau Tanggung Jawab, Tapi Disuruh diam'

Tak hanya sukses secara musikal, Ozzy juga menjadi figur budaya pop melalui reality show “The Osbournes” yang sempat fenomenal di awal 2000-an, membuka sisi baru dari kehidupan pribadinya.

Pada tahun 2020, Ozzy mengumumkan bahwa ia didiagnosis menderita Penyakit Parkinson, kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi motorik secara progresif. Meski begitu, ia tidak membiarkan penyakitnya mematikan semangat.

Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, Ozzy terus menyapa penggemar lewat media sosial, wawancara, dan bahkan proyek musik baru.

Baca Juga: 'Aku Gak Pernah Suruh Dia Diam!' Erika Carlina Bongkar Isi Klarifikasi DJ Panda yang Dianggap Penuh Kebohongan!

Tetapi puncak emosional terjadi pada 5 Juli 2025, ketika ia tampil dalam konser reuni Black Sabbath bertajuk Back to the Beginning di Birmingham, tanah kelahirannya.

Konser tersebut menjadi panggung perpisahan terakhir—baik untuk Ozzy, maupun Black Sabbath. Dalam suasana yang penuh haru, ribuan penggemar menyanyikan lagu “Changes” bersama-sama.

Banyak yang menyebut momen itu sebagai “pemakaman tanpa jasad”, karena seluruh panggung dipenuhi rasa kehilangan yang akan datang. Tak sedikit yang menangis, sadar bahwa malam itu adalah salam terakhir dari sang legenda.

Baca Juga: 4 Negara yang Memastikan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025, Ada Timnas Indonesia hingga Vietnam

Ozzy Osbourne tak hanya mewariskan lagu-lagu abadi, tapi juga semangat untuk tetap berdiri meski jatuh berkali-kali.

Ia adalah simbol dari perlawanan terhadap sistem, terhadap penyakit, bahkan terhadap usia. Dalam dunia yang terus berubah, Ozzy adalah batu karang yang tetap berdiri dengan identitasnya.

Banyak musisi dari berbagai genre dari Metallica, Slipknot, hingga Post Malone—mengaku terinspirasi oleh Ozzy.

Baca Juga: Ada yang Dapat Kartu Merah? Ini Daftar Pemain yang Terima Kartu di Pertandingan Filipina vs Brunei Darussalam

Bahkan generasi muda di era digital masih mengenalnya, berkat viralnya lagu-lagu lamanya di platform seperti TikTok dan YouTube.

Dengan kepergiannya, dunia tidak hanya kehilangan penyanyi, tapi kehilangan roh dari seluruh gerakan musik keras yang pernah ada.

Namun, musiknya akan terus hidup. Setiap dentuman drum, setiap jeritan gitar, dan setiap bait lagu akan terus memanggil nama Ozzy Osbourne sang Prince of Darkness.

Baca Juga: Sukses Kalahkan Kamboja, Vietnam Jadi Juara Grup C dan Lolos ke Semifinal Piala AFF U23 2025

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X