Harga BBM di SPBU Swasta Kompak Naik per 1 Juli, Apa Saja?

Photo Author
- Selasa, 1 Juli 2025 | 09:33 WIB
Ilustrasi BBM (Istimewa)
Ilustrasi BBM (Istimewa)

INSIBERNEWS — Awal bulan Juli dibuka dengan kabar kurang menyenangkan bagi para pemilik kendaraan. Setelah Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, giliran SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo yang turut menyesuaikan tarif jual BBM mereka.

Kenaikan harga ini berlaku mulai Senin, 1 Juli 2025, dan mencakup berbagai wilayah termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Polri Sebut Ada 200 Ribu Orang Padati Monas di HUT Bhayangkara Ke-79

Berdasarkan pantauan di situs resmi Shell Indonesia, seluruh jenis BBM mereka mengalami lonjakan harga secara merata. Shell Super yang sebelumnya dijual Rp 12.370 per liter kini menjadi Rp 12.810 per liter. Kemudian Shell V-Power naik dari Rp 12.840 menjadi Rp 13.300 per liter.

Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri HUT ke-79 Bhayangkara, Sapa Polisi dari Atas Mobil Maung di Monas

Tidak hanya itu, Shell V-Power Diesel juga mengalami kenaikan cukup tinggi, dari Rp 13.250 menjadi Rp 13.830 per liter. Sementara produk premium mereka, Shell V-Power Nitro+, kini dijual seharga Rp 13.540 per liter, naik dari sebelumnya Rp 13.070.

Hal serupa terjadi di SPBU BP-AKR. BBM jenis BP 92 kini dijual Rp 12.600 per liter, naik dari Rp 12.370. Untuk BP Ultimate, harganya ikut naik menjadi Rp 13.300 dari yang sebelumnya Rp 12.840.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif Mobil Jepang, Bilang Perdagangan Otomotif Tidak Adil

Sementara BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan dari Rp 13.250 menjadi Rp 13.800 per liter. Harga ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek maupun Jawa Timur.

SPBU Vivo pun tak mau ketinggalan melakukan penyesuaian harga. Dalam unggahan terbarunya di media sosial resmi mereka, harga Revvo 90 naik dari Rp 12.260 menjadi Rp 12.730 per liter. Revvo 92 juga melonjak menjadi Rp 12.810 dari sebelumnya Rp 12.340.

Adapun Revvo 95 naik dari Rp 12.810 menjadi Rp 13.300, dan Primus Diesel kini dijual seharga Rp 13.800 per liter dari sebelumnya Rp 13.210.

Baca Juga: Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak mentah global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta biaya distribusi dan produksi.

Meski belum ada penjelasan resmi dari masing-masing perusahaan soal rincian penyebab kenaikan, pola penyesuaian harga yang terjadi secara serentak mengindikasikan respons terhadap kondisi ekonomi global yang tengah fluktuatif.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X