Kisah Pilu Intan! ART Batam yang Dipaksa Makan Kotoran Anjing dan Gaji Tak Dibayar Setahun, Majikan Jadi Tersangka

Photo Author
- Rabu, 25 Juni 2025 | 08:33 WIB
Ilustrasi tangkap (Foto : iStockphoto.com)
Ilustrasi tangkap (Foto : iStockphoto.com)

INSIBERNEWS - Hati siapa yang tak teriris mendengar kisah Intan, seorang gadis berusia 23 tahun asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjalani hari-hari bak mimpi buruk di Batam, Kepulauan Riau? Selama setahun terakhir, Intan, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di sebuah rumah mewah di Perumahan Taman Golf Sukajadi, mengalami penyiksaan fisik dan mental yang tak terbayangkan.

Baca Juga: Aroma Korupsi Kuota Haji, KPK Buka Peluang Panggil Eks Menag Yaqut

Tak hanya dipukuli hingga tubuhnya dipenuhi luka, ia juga dipaksa memakan kotoran anjing peliharaan majikannya. Lebih memilukan lagi, gaji Rp1,8 juta per bulan yang dijanjikan hanyalah kata-kata manis tanpa wujud, membuatnya bekerja tanpa upah sepeser pun.

Kehidupan Intan di rumah majikannya, Roslina (44), ibarat penjara tanpa jeruji. Ia dilarang keluar rumah, bahkan sekadar menyentuh ponsel pun menjadi pantangan. Kebebasannya dirampas, dan setiap langkahnya diawasi ketat. 

Baca Juga: Dibuka Hingga 26 Juni! Intip Jadwal dan Syarat Daftar Lowongan Kerja PPSU DKI Jakarta

“Korban sama sekali tidak diizinkan meninggalkan rumah atau berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk keluarganya,” ungkap AKP Debby Tri Andrestian, Kasat Reskrim Polresta Barelang, dalam keterangan resminya pada Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga: Upayakan Evakuasi, Wamen Polkam Klaim Sebagian dari 386 WNI yang Terjebak di Wilayah Konflik Iran - Israel Menolak Pindah

Penderitaan Intan terbongkar setelah sebuah video yang menunjukkan tubuhnya penuh lebam dan luka menyebar di media sosial, mengguncang hati warganet. Video itu menjadi pemicu kemarahan publik dan mendorong keluarga Intan untuk segera bertindak. Ternyata, Intan bukan satu-satunya korban.

Di rumah yang sama, seorang ART lain bernama Merlin (22) juga mengalami perlakuan serupa. Tragisnya, Merlin, yang awalnya korban, kini juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut menyiksa Intan atas perintah Roslina. Keduanya kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.

Baca Juga: Xpeng Siap Guncang GIIAS 2025 dengan Mobil Terbang Perdana di Indonesia

Tak hanya kekerasan fisik, Intan juga dihantam tekanan psikologis yang kejam. Setiap kesalahan kecil, seperti terlambat bangun atau memotong sayuran tak sesuai selera majikan, dicatat sebagai “denda” dalam buku khusus. Gaji yang sudah tak pernah dibayar semakin mustahil didapat karena denda-denda itu. 

Baca Juga: Gaspol Kolaborasi 3B: Bali Utara, Bali Barat, Banyuwangi Siap Genjot Wisata Berkelanjutan

“Setiap hari rasanya seperti berjalan di atas bara. Saya cuma ingin bekerja untuk membantu keluarga, tapi malah diperlakukan seperti bukan manusia,” ujar Intan dengan suara parau saat menceritakan pengalamannya kepada pihak berwenang.

Baca Juga: Israel Setuju Gencatan Senjata Usulan Trump, Klaim Telah Capai Target Serangan ke Iran

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X