Warga Malaysia Tipu Lewat SMS Palsu, Tabungan Korban Dikuras Habis

Photo Author
- Selasa, 24 Juni 2025 | 20:13 WIB
Ilustrasi Penipuan siber (Unsplash )
Ilustrasi Penipuan siber (Unsplash )

INSIBERNEWS - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktik penipuan siber yang melibatkan tiga warga negara Malaysia.

Modus yang digunakan adalah penyebaran SMS palsu mengatasnamakan bank dengan menyisipkan tautan jebakan alias link phishing untuk mengakses data keuangan korban.

Baca Juga: Israel Setuju Gencatan Senjata Usulan Trump, Klaim Telah Capai Target Serangan ke Iran

Menurut AKBP Reonald Simanjuntak selaku Kepala Subdirektorat Penerangan Masyarakat, dua tersangka berinisial OKH (53) dan CY (29) sudah ditangkap, sementara satu pelaku lainnya berinisial LW (35) masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Para pelaku menyebarkan SMS yang tampak resmi, lengkap dengan logo bank swasta. Isi pesannya memberitahukan soal poin nasabah yang akan segera hangus. Padahal, semua itu hanya akal-akalan agar korban tergoda mengklik tautan,” ujar Reonald saat konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Iran Resmi Umumkan Gencatan Senjata, Tapi Rudal Masih Gempur Israel

Begitu tautan diklik, pelaku akan mendapat akses masuk ke rekening bank korban. Dari sana, mereka bebas mengambil seluruh isi tabungan korban tanpa sepengetahuan. Aksi ini pertama kali terendus setelah ada laporan dari masyarakat pada Maret 2025 lalu, khususnya dari wilayah Jakarta Selatan.

Baca Juga: Haji 2025 Diaduk Keluhan, DPR Siap Bentuk Pansus untuk Benahi Pelayanan Jemaah

Tim penyidik kemudian melakukan pelacakan digital hingga akhirnya berhasil menangkap OKH di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan CY di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada 16 Juni lalu. Polisi masih memburu LW yang diduga menjadi otak teknis dari peretasan tersebut.

Baca Juga: Skandal Akuisisi Rp1,2 Triliun: KPK Geledah Rumah Elite, Sita Senjata hingga Mobil Mewah

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga keuangan. Jangan sembarangan mengklik tautan yang dikirim melalui SMS, terutama jika meminta informasi pribadi atau akses ke rekening bank.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X