INSIBERNEWS - Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat sejak serangan militer dilancarkan oleh pasukan Israel pada 13 Juni 2025. Situasi kian membara ketika Iran membalas dengan menghujani Tel Aviv menggunakan rudal, setelah sebelumnya tiga fasilitas nuklir penting Iran—Fordow, Natanz, dan Esfahan—dibom oleh Amerika Serikat yang secara terbuka mendukung langkah agresif Israel.
Baca Juga: Gaspol Kolaborasi 3B: Bali Utara, Bali Barat, Banyuwangi Siap Genjot Wisata Berkelanjutan
Namun, ada cerita lain yang mencuat di balik konflik panas ini. Dalam sepekan terakhir, publik internasional dihebohkan oleh laporan soal keberadaan beberapa pesawat kargo misterius yang diduga berasal dari China menuju Iran.
Data dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan sedikitnya lima penerbangan dari China yang mencurigakan sejak 14 Juni lalu.
Baca Juga: Mobil Listrik Lesu di Tengah Insentif, Pasar Dikuasai Impor China
Pesawat-pesawat yang diyakini berjenis Boeing 747 itu terbang melintasi wilayah utara China, memasuki Kazakhstan, lalu melintas Uzbekistan dan Turkmenistan sebelum menghilang dari radar ketika mendekati wilayah udara Iran. Keberadaan mereka yang tidak tercatat secara jelas menimbulkan banyak pertanyaan, apalagi di tengah eskalasi militer yang sangat intens.
Baca Juga: Warga Malaysia Tipu Lewat SMS Palsu, Tabungan Korban Dikuras Habis
Laporan dari The Telegraph menyebut bahwa secara teknis, penerbangan tersebut tercatat menuju Luksemburg. Namun, tidak ada bukti bahwa pesawat-pesawat itu benar-benar sampai atau memasuki wilayah udara Eropa.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa rute ke Eropa hanyalah kedok, sementara tujuan sebenarnya adalah Iran, dengan kemungkinan mengangkut logistik atau personel.
Baca Juga: Israel Setuju Gencatan Senjata Usulan Trump, Klaim Telah Capai Target Serangan ke Iran
Direktur Pusat Pertahanan Nasional di Heritage Foundation, Robert Greenway, turut menyoroti fenomena ini. Ia mengatakan bahwa pesawat jenis tersebut lazim dipakai untuk kebutuhan transportasi militer atau logistik strategis.
Menurutnya, bisa jadi China memang secara diam-diam membantu Iran, mengingat hubungan erat keduanya yang saling menguntungkan, terutama dalam sektor energi dan perdagangan senjata.
Baca Juga: Iran Resmi Umumkan Gencatan Senjata, Tapi Rudal Masih Gempur Israel
“Sekitar 43 persen kebutuhan energi China berasal dari kawasan Timur Tengah, dan Iran menyuplai bagian besar dari itu,” ujar Greenway seperti dikutip dari Fox News.
Artikel Terkait
Dipuji Kritikus Film Sebagai Salah Satu Film Terbaik Disney, Elio Tetap Tak Bisa Curi Perhatian
Nikita Mirzani Sebut Tak Ada Tindak Pemerasan Terhadap Reza Gladys, Ia Tuntut Reza Minta Maaf Dalam 1 Hari 24 Jam
Netizen Brasil Ramai-ramai Tag Prabowo, Istana Respons Serbuan Soal Pendaki Jatuh di Rinjani
Skandal Akuisisi Rp1,2 Triliun: KPK Geledah Rumah Elite, Sita Senjata hingga Mobil Mewah
Haji 2025 Diaduk Keluhan, DPR Siap Bentuk Pansus untuk Benahi Pelayanan Jemaah
Iran Resmi Umumkan Gencatan Senjata, Tapi Rudal Masih Gempur Israel
Israel Setuju Gencatan Senjata Usulan Trump, Klaim Telah Capai Target Serangan ke Iran
Warga Malaysia Tipu Lewat SMS Palsu, Tabungan Korban Dikuras Habis
Mobil Listrik Lesu di Tengah Insentif, Pasar Dikuasai Impor China
Gaspol Kolaborasi 3B: Bali Utara, Bali Barat, Banyuwangi Siap Genjot Wisata Berkelanjutan