Duka di Rel Demak, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Perlintasan Tanpa Palang

Photo Author
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 20:07 WIB
Ilustrasi kecelakaan (Istimewa)
Ilustrasi kecelakaan (Istimewa)

INSIBERNEWS - Tragedi memilukan melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Sabtu siang (14/6), ketika seorang anak tewas setelah tertabrak Kereta Api Sembrani di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Insiden yang terjadi di antara Stasiun Tegowanu dan Stasiun Brumbung ini kembali menyoroti bahaya perlintasan rel tanpa pengaman yang kerap diabaikan pengguna jalan. Tiga anak yang sedang bersepeda menjadi korban dalam kecelakaan yang mengguncang hati warga setempat.

Baca Juga: Dewa United Geber Persiapan Piala Presiden 2025, Siap Ukir Prestasi di Panggung Asia

Kejadian bermula saat tiga anak sekolah, yang diketahui masih duduk di bangku SMP, berusaha melintasi rel menggunakan sepeda. Tanpa diduga, KA Sembrani yang melaju kencang dari Surabaya menuju Jakarta datang dari arah timur. Meski masinis sudah membunyikan klakson berkali-kali sebagai peringatan, jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

“Saya cuma dengar suara klakson keras, lalu benturan. Anak-anak itu terpental,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.

Baca Juga: Spiritual dan Penuh Makna, Cak Imin Terharu Hadiri Acara Siraman Al Ghazali yang Dibalut Tradisi Jawa

Dari tiga korban, satu anak lelaki meninggal dunia di tempat dengan luka parah. Satu anak lainnya mengalami cedera serius dan segera dilarikan ke RS Pelita Anugerah di Mranggen untuk perawatan intensif. Korban ketiga beruntung hanya menderita luka ringan dan kini telah mendapat penanganan medis.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berhamburan membantu evakuasi, namun duka mendalam tak terelakkan, terutama bagi keluarga korban yang kehilangan anak mereka secara mendadak.

Baca Juga: Mobil Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Diduga Pakai Pelat Palsu

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menangani insiden ini.

Proses evakuasi korban dan pembersihan lokasi kejadian dilakukan dengan cepat, sehingga perjalanan KA Sembrani hanya tertunda sekitar lima menit sebelum kembali beroperasi normal.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Tim kami sudah bekerja sama dengan polisi untuk investigasi lebih lanjut,” kata Franoto saat dikonfirmasi sore itu.

Baca Juga: Jelang Kepulangan Jemaah Haji Indonesia, Terdapat Larangan Bawa Pulang Air Zamzam ke Tanah Air

Perlintasan sebidang tanpa palang pintu memang menjadi momok di banyak wilayah, termasuk di Demak. Minimnya pengawasan dan fasilitas pengaman seperti palang otomatis atau petugas jaga membuat titik-titik ini rawan kecelakaan. Franoto menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat saat melintas di rel kereta.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X