Kemenag Tepis Isu Pungli di Safari Wukuf Haji 2025, Tegaskan Layanan Gratis untuk Lansia dan Jemaah Sakit

Photo Author
- Selasa, 10 Juni 2025 | 18:57 WIB
Ilustrasi jemaah Haji (Istimewa)
Ilustrasi jemaah Haji (Istimewa)

INSIBERNEWS - Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya buka suara soal kabar tak sedap yang menyebut adanya pungutan liar (pungli) dalam program safari wukuf untuk ibadah haji 2025.

Program yang dirancang penuh kepedulian untuk jemaah lansia dan mereka yang tengah berjuang melawan sakit ini, ditegaskan oleh Kemenag, benar-benar gratis tanpa biaya sepeser pun.

Kabar miring ini pun langsung direspons agar tak membuat jemaah dan masyarakat was-was. Kerenyahan program ini, kata Kemenag, harus tetap terjaga demi kenyamanan ibadah haji.

Baca Juga: Demi Temui Dedi Mulyadi, Bocah 15 Tahun Ini Viral Gowes dari Brebes ke Subang: Sekolah Berhenti karena Tak Ada Uang

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa pihaknya selalu memantau situasi di lapangan, termasuk isu-isu yang bisa mengganggu kelancaran ibadah haji.

Menurutnya, kabar soal pungli kemungkinan besar muncul dari kesalahpahaman terkait layanan tambahan yang ditawarkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Layanan seperti sewa kursi roda atau pendamping pribadi, misalnya, bukan bagian dari program resmi safari wukuf yang dikelola Kemenag.

Baca Juga: Kebakaran Lagi, 16 Unit Damkar Padamkan Api di Kawasan Padat Lapak Rawa Buaya

“Safari wukuf ini adalah wujud kepedulian kami untuk jemaah yang karena kondisi fisik atau kesehatan tak bisa ikut wukuf reguler di Arafah,” ungkap Hilman saat mengunjungi Hotel Transit Jemaah Safari Wukuf, Senin malam, 9 Juni 2025. 

“Program ini sepenuhnya gratis. Kalau ada jemaah yang mengeluarkan biaya, itu mungkin untuk layanan tambahan dari pihak lain, bukan dari kami,” tambahnya dengan nada tegas.

Baca Juga: Temui Korban Kebakaran Penjaringan, Wapres Gibran Bagi-bagi Susu dan Mainan Anak

Program safari wukuf sendiri bukan barang baru. Sudah beberapa tahun ini, Kemenag menjalankan inisiatif ini untuk memastikan jemaah dengan keterbatasan tetap bisa menunaikan rukun haji dengan nyaman.

Mereka yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau menginap di hotel transit karena kondisi kesehatan akan didampingi tim kesehatan dan panitia haji. Semuanya diatur dengan cermat agar ibadah wukuf berjalan aman, mulai dari transportasi khusus hingga pendampingan medis.

Baca Juga: Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Pemerintah Tunjukkan Sikap Tegas

Isu pungli ini mencuat setelah Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan inspeksi mendadak ke beberapa hotel transit. Dalam kunjungannya, ia mendengar keluhan tentang dugaan pungutan tak resmi untuk jemaah yang ingin ikut safari wukuf.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X