INSIBERNEWS - Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung di Kabupaten Bandung nyaris berhasil jika saja petugas tidak sigap mengantisipasi gerakan mencurigakan dari udara.
Aksi nekat tersebut dilakukan dengan menggunakan drone yang menjatuhkan bungkusan berisi sabu ke area blok hunian.
Baca Juga: Temui Korban Kebakaran Penjaringan, Wapres Gibran Bagi-bagi Susu dan Mainan Anak
Peristiwa ini terjadi pada malam hari saat regu jaga sedang melakukan patroli rutin. Salah satu petugas melihat sebuah drone melintas rendah di atas lapas, tepat di atas blok hunian warga binaan. Karena merasa ada yang janggal, petugas langsung bergerak cepat mengamankan area sekitar titik jatuhnya drone.
Baca Juga: Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Pemerintah Tunjukkan Sikap Tegas
“Begitu kami mendeteksi ada benda terbang yang tidak semestinya masuk ke area lapas, kami langsung sigap menutup akses warga binaan ke lokasi. Ini bagian dari kesiapsiagaan kami menghadapi modus-modus baru,” kata Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Muhammad Nurzaman, pada Selasa (10/6/2025).
Baca Juga: Wow! KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket KA Ekonomi Hingga 31 Juli 2025, Yuk Manfaatkan!
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap bungkusan yang dijatuhkan drone tersebut, ditemukan dua paket narkotika jenis sabu dengan berat total 25 gram.
Diduga kuat barang haram itu ditujukan kepada salah satu warga binaan yang telah lebih dulu terlibat dalam perencanaan penyelundupan.
Baca Juga: Pemberdayaan BRI Bantu Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Kembangkan Potensi Desa
“Satu orang warga binaan yang diduga terlibat langsung sudah kami serahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung bersama barang bukti untuk proses hukum selanjutnya,” lanjut Nurzaman.
Baca Juga: Tidak Melanggar Aturan, GAG Nikel Disebut Pengamat Justru Jadi Penopang Ekonomi Negara
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan dengan berbagai metode yang makin canggih. Penggunaan drone sebagai sarana pengiriman narkoba menjadi tantangan baru yang perlu diwaspadai aparat.
Lapas kini memperketat pengawasan, tidak hanya di darat, tetapi juga di udara. Ke depan, pengamanan dipastikan akan ditingkatkan, termasuk pemasangan alat pengacak sinyal dan kamera tambahan di titik rawan.
Artikel Terkait
Apresiasi Dukungan Pemerintah, Gag Nikel Pastikan Tidak Beroperasi di Geopark Raja Ampat dan Jalankan Operasional Berkelanjutan
Resahkan Warga, Polisi Amankan 3 Pelaku Dugaan Klitih di Terminal Concat Sleman, 2 Orang Kabur Bawa Sajam
Komentar DPRD DKI Jakarta Terkait Wacana BPJS Hewan: Minimal Bangun 15 Puskeswan Dulu
Akira Higashiyama Dipilih PSSI Sebagai Pelatih Baru Timnas Putri Indonesia Jelang AFF U-19 Women’s 2025
Tidak Melanggar Aturan, GAG Nikel Disebut Pengamat Justru Jadi Penopang Ekonomi Negara
Pemberdayaan BRI Bantu Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Kembangkan Potensi Desa
Wow! KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket KA Ekonomi Hingga 31 Juli 2025, Yuk Manfaatkan!
Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Pemerintah Tunjukkan Sikap Tegas
Trump Kirim Pasukan ke Los Angeles, Situasi Makin Panas Usai Kerusuhan Soal Imigran
Temui Korban Kebakaran Penjaringan, Wapres Gibran Bagi-bagi Susu dan Mainan Anak