INSIBERNEWS - Kondisi di Los Angeles, California, memanas setelah aksi protes terkait razia imigran ilegal berubah menjadi kerusuhan besar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bereaksi cepat dengan memerintahkan pengiriman pasukan ke wilayah tersebut demi mengendalikan situasi yang terus memburuk sejak akhir pekan lalu.
Baca Juga: Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Pemerintah Tunjukkan Sikap Tegas
Kerusuhan dipicu oleh operasi penangkapan terhadap sejumlah imigran ilegal oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), yang berlangsung sejak Jumat (6/6/2025).
Aksi itu sontak memicu perlawanan dari warga dan aktivis pro-imigran yang menggelar demonstrasi. Namun bentrokan tidak terhindarkan saat polisi turun tangan membantu ICE menertibkan massa.
Baca Juga: Wow! KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket KA Ekonomi Hingga 31 Juli 2025, Yuk Manfaatkan!
“Ini tidak akan kami biarkan terjadi di negara kami,” tegas Trump dalam konferensi pers yang dikutip dari Yahoo Finance pada Senin (9/6/2025).
Baca Juga: Pemberdayaan BRI Bantu Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Kembangkan Potensi Desa
Trump mengatakan pemerintahannya siap memberikan dukungan penuh, termasuk pengerahan pasukan, untuk menjaga keamanan di negara bagian yang terdampak.
Ia juga menyoroti tingkat kekerasan yang terjadi di Los Angeles semalam, menyebut situasinya bisa menjadi jauh lebih buruk jika tidak ditangani secara tegas.
Baca Juga: Tidak Melanggar Aturan, GAG Nikel Disebut Pengamat Justru Jadi Penopang Ekonomi Negara
“Kami memantau situasi di Los Angeles dengan sangat serius. Semalam kekerasan cukup parah, dan ini bisa berkembang menjadi lebih buruk jika tidak ada tindakan,” ujar Trump dengan nada serius.
Sementara itu, pro-kontra di tengah masyarakat Amerika makin terasa. Sebagian mendukung langkah Trump demi menegakkan hukum dan keamanan, namun banyak juga yang menilai respons pemerintah terlalu berlebihan dan bisa memicu eskalasi yang lebih luas.
Belum jelas sampai kapan pasukan akan dikerahkan, namun satu hal pasti: tensi politik dan sosial di AS kembali memanas, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana krisis ini akan berakhir.
Artikel Terkait
Jelang Laga Kontra Jepang, Kedatangan Timnas Indonesia di Osaka Dapat Sambutan Meriah Suporter
Tak Perlu Bayar, Charly Van Houten Bebaskan Lagunya dari Royalti di Tengah Ramai Polemik Soal Hak Cipta
Apresiasi Dukungan Pemerintah, Gag Nikel Pastikan Tidak Beroperasi di Geopark Raja Ampat dan Jalankan Operasional Berkelanjutan
Resahkan Warga, Polisi Amankan 3 Pelaku Dugaan Klitih di Terminal Concat Sleman, 2 Orang Kabur Bawa Sajam
Komentar DPRD DKI Jakarta Terkait Wacana BPJS Hewan: Minimal Bangun 15 Puskeswan Dulu
Akira Higashiyama Dipilih PSSI Sebagai Pelatih Baru Timnas Putri Indonesia Jelang AFF U-19 Women’s 2025
Tidak Melanggar Aturan, GAG Nikel Disebut Pengamat Justru Jadi Penopang Ekonomi Negara
Pemberdayaan BRI Bantu Kelompok Wanita Tani Ini Terus Berinovasi Kembangkan Potensi Desa
Wow! KAI Beri Diskon 30 Persen Tiket KA Ekonomi Hingga 31 Juli 2025, Yuk Manfaatkan!
Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Pemerintah Tunjukkan Sikap Tegas