Netanyahu Kembali di Meja Hijau, Hadapi Sidang Korupsi ke-35 di Tel Aviv

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Mei 2025 | 08:15 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali harus berhadapan dengan hukum di ruang sidang Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Rabu, 28 Mei 2025.

Sidang ini merupakan kali ke-35 Netanyahu hadir secara langsung untuk menjawab sejumlah tuduhan yang telah membayangi karier politiknya selama bertahun-tahun.

Ia didakwa dalam tiga perkara besar yang dikenal luas sebagai Kasus 1000, 2000, dan 4000—semuanya menyangkut dugaan korupsi, suap, dan pelanggaran kepercayaan.

Baca Juga: Sambangi Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya

Kasus 1000, misalnya, menyeret nama Netanyahu dan keluarganya karena diduga menerima hadiah-hadiah mewah berupa cerutu, perhiasan, hingga sampanye dari para miliarder sebagai bentuk imbalan atas bantuan politik atau bisnis tertentu.

Sementara dalam Kasus 2000 dan 4000, ia dituduh menjalin kesepakatan ilegal dengan media besar Israel untuk mengubah pemberitaan demi kepentingan politik pribadinya, termasuk barter kebijakan dengan dukungan editorial.

Baca Juga: Tragedi Gaza: Warga Tewas dan Luka Saat Berebut Bantuan, Dunia Kecam Krisis Kemanusiaan yang Memburuk

Netanyahu secara konsisten membantah seluruh dakwaan yang diajukan kepadanya. Dalam berbagai pernyataan publik, ia menyebut rangkaian tuduhan ini sebagai bagian dari "perburuan politik" yang dirancang oleh lawan-lawannya untuk menggulingkan dirinya dari kekuasaan.

Baca Juga: China Unjuk Gigi di Laut China Selatan, Bomber H-6 Mendarat di Pulau Sengketa

“Ini adalah upaya kudeta hukum yang dilakukan oleh kelompok oposisi, bukan semata soal keadilan,” kata Netanyahu beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa ia tidak akan menyerah dan akan terus memimpin.

Baca Juga: Pemerintah Siap Tindak Tegas Ormas Pengganggu Ketertiban: Bima Arya Minta Kepala Daerah Tak Ragu Gunakan Jalur Hukum

Proses hukum ini telah berlangsung sejak 2020, setelah Mantan Jaksa Agung Avichai Mandelblit resmi mengajukan dakwaan terhadap Netanyahu pada akhir 2019.

Sidang demi sidang masih terus berlanjut hingga kini, meski Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri di tengah kontroversi yang menyelimutinya.

Baca Juga: Kadin Gandeng Prancis Bangun 1.000 Dapur Gizi Anak, Targetkan Pemerataan Makanan Sehat hingga Pelosok Negeri

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X