INSIBERNEWS - Kunjungan resmi Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Indonesia membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara, terutama di sektor ekonomi.
Pertemuan kenegaraan ini ditandai dengan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) dan delapan poin kerja sama strategis yang dinilai akan memperkuat fondasi kerja sama jangka panjang dan saling menguntungkan.
Baca Juga: Gagal Gagah-Gagahan, Kapal Perang Baru Korut Nyaris Tenggelam Saat Diresmikan
Salah satu fokus utama dalam kesepakatan ini adalah pengembangan industri dan penguatan rantai pasok yang akan mendukung kestabilan ekonomi kedua negara.
Di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, dua dari empat MoU yang diteken mencakup kerja sama strategis dalam pengembangan kawasan industri melalui proyek Two Countries Twin Parks (TCTP), serta langkah konkret untuk mempercepat pembangunan industri yang berorientasi ekspor.
Baca Juga: Israel Ancam Caplok Tepi Barat jika Negara Palestina Diakui Dunia
Proyek TCTP sendiri merupakan konsep pengembangan kawasan industri kembar yang menghubungkan taman industri di Indonesia dan China secara langsung, sehingga memungkinkan integrasi produksi, logistik, dan investasi.
Program ini diyakini akan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih efisien serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus
Selain penguatan sektor industri, China dan Indonesia juga menyepakati kerja sama di berbagai bidang seperti pertanian, pengembangan energi bersih, dan penguatan kerja sama digital.
Kesepakatan ini memperkuat sinyal bahwa kedua negara tidak hanya fokus pada kerja sama ekonomi tradisional, namun juga menjajaki sektor-sektor baru yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Lisa Mariana Gugat Ridwan Kamil soal Hak Identitas Anak, Sidang Perdana Digelar di PN Bandung
Dalam sambutannya, Li Qiang menegaskan bahwa China melihat Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara, baik dalam hal kerja sama ekonomi maupun geopolitik. Ia menyampaikan harapannya agar hubungan bilateral ini terus diperkuat melalui kemitraan yang saling mendukung dan menguntungkan.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs China, Ini Dia 3 Strategi yang Bisa Bawa Timnas Garuda Lolos Ke Piala Dunia
Artikel Terkait
Sambut Kunjungan Macron ke RI, Prabowo Sebut Hubungan Indonesia-Prancis Kokoh dan Kini Saatnya Gali Peluang Baru
Persiapan Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Patrick Kluivert Ingin Timnas Indonesia Paham Betul soal 'Mengalahkan Lawan'
Tuntut Ganti Rugi Rp100 Miliar, Nikita Mirzani Buka Suara Soal Kasus Dugaan Pemerasan Review Skincare
Jelang Indonesia vs China, Ini Dia 3 Strategi yang Bisa Bawa Timnas Garuda Lolos Ke Piala Dunia
Dinilai Punya Potensi Besar, Prabowo Ungkap Indonesia–Prancis Bisa Berkontribusi untuk Stabilitas Global
Lisa Mariana Gugat Ridwan Kamil soal Hak Identitas Anak, Sidang Perdana Digelar di PN Bandung
Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus
Siap-siap! BLACKPINK Bakal Konser di GBK Jakarta Setelah 2 Tahun, Begini 3 Cara Beli Tiketnya
Israel Ancam Caplok Tepi Barat jika Negara Palestina Diakui Dunia
Gagal Gagah-Gagahan, Kapal Perang Baru Korut Nyaris Tenggelam Saat Diresmikan