INSIBERNEWS - Dua pria berinisial APL alias Kepot dan SD alias Gallo ditangkap polisi karena diduga menjadi pelaku pembacokan terhadap seorang jaksa dan staf Tata Usaha Kejaksaan Negeri Deli Serdang.
Peristiwa itu terjadi di sebuah ladang sawit di Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada Sabtu siang. Kedua korban, JWS (53) yang merupakan jaksa, dan ASH (25), seorang ASN, mengalami luka cukup serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit di Medan.
Baca Juga: Berikut Cerita UMKM Perhiasan Asal Mojokerto yang Siap Go Global Berkat Dukungan BRI
Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dalam waktu kurang dari 10 jam. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, pelaku APL dibekuk lebih dulu pada Sabtu malam di kawasan Jalan Pancing, Medan. Sementara SD ditangkap beberapa jam kemudian di wilayah Binjai saat mencoba kabur.
“APL diduga sebagai otak pelaku, sedangkan SD adalah eksekutor yang membacok korban,” kata Ferry di Medan, Minggu.
“Satu pelaku lagi masih dalam pengejaran,” tambahnya.
Baca Juga: BRI Dorong Semangat Generasi Muda Lewat Garuda Futsal League Series 3
Kedua pria yang kini diamankan ternyata bukan orang baru di dunia kriminal. Mereka disebut sebagai residivis kasus pencurian dengan kekerasan atau 365. Meski begitu, motif pasti di balik penyerangan ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Ferry menegaskan pihaknya serius dalam memberantas segala bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan warga, apalagi jika menyasar aparat penegak hukum.
Baca Juga: Serukan Serangan Nuklir ke Gaza, Anggota Kongres AS Dikecam Dunia Internasional
Dari penelusuran kronologi, kejadian bermula saat korban JWS dan ASH berangkat menuju ladang sawit milik pribadi mereka sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah tiba di lokasi, ASH sempat menelepon seorang rekan bernama Dodi yang merupakan tenaga honorer Kejari Deli Serdang.
Ia meminta Dodi menyampaikan pesan kepada Kepot—yang belakangan diketahui adalah salah satu pelaku dan menjabat sebagai Wakil Ketua Koti, sebuah organisasi masyarakat di Kabupaten Deli Serdang—untuk datang ke ladang tersebut.
Baca Juga: Rumah Mewah dan Aset Triliunan Disita KPK, Bongkar Skandal Akuisisi Jembatan Nusantara
Tak lama setelah itu, datang dua pria tak dikenal menaiki motor matik, membawa tas pancing yang ternyata menyimpan senjata tajam jenis parang. Tanpa banyak bicara, keduanya langsung menyerang JWS dan ASH secara brutal.
Artikel Terkait
Palsukan Air Le Minerale, Warga Bekasi Edarkan Galon Berisi Air Sumur Tercemar
Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Tuduh Kampus Jadi Sarang Radikalisme dan Pengaruh China
Selfie di Mahkamah Agung: Foto Harun Masiku Bareng Hasto dan Djan Faridz Diungkap di Sidang
Bulog Jakarta-Banten Tembus Target Serapan Gabah, Petani Diuntungkan Stok Nasional Aman
Efek Kekalahan di Pemilu, Presiden Filipina Minta Para Menteri Mundur Sukarela
Usulan Hapus Batas Usia Kerja Dinilai Solutif, Celios: PHK Bukan Akhir Jalan Karier
Rumah Mewah dan Aset Triliunan Disita KPK, Bongkar Skandal Akuisisi Jembatan Nusantara
Serukan Serangan Nuklir ke Gaza, Anggota Kongres AS Dikecam Dunia Internasional
BRI Dorong Semangat Generasi Muda Lewat Garuda Futsal League Series 3
Berikut Cerita UMKM Perhiasan Asal Mojokerto yang Siap Go Global Berkat Dukungan BRI