INSIBERNEWS - Langkah cepat dan strategis dilakukan Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Hingga pertengahan Mei 2025, wilayah ini berhasil mencatat dua kali capaian 100 persen dalam pengadaan gabah dan beras lokal. Prestasi ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam menyerap hasil panen petani secara maksimal.
Baca Juga: Selfie di Mahkamah Agung: Foto Harun Masiku Bareng Hasto dan Djan Faridz Diungkap di Sidang
Pemimpin Bulog Jakarta-Banten, Bambang Prihatmoko, menyampaikan bahwa meski target awal sudah terpenuhi, timnya tetap melanjutkan proses serapan.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap para petani, khususnya saat musim panen raya yang biasanya dibarengi turunnya harga gabah.
Baca Juga: Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Tuduh Kampus Jadi Sarang Radikalisme dan Pengaruh China
“Kami terus menyerap gabah dari petani lokal, bukan hanya karena target, tapi karena ini menyangkut kepastian ekonomi mereka,” ujar Bambang.
Awalnya, target penyerapan ditetapkan sebesar 45.970 ton setara beras, namun karena kondisi panen cukup melimpah, target tersebut dinaikkan menjadi 53.504 ton.
Hingga pertengahan Mei, Bulog telah menyerap sebanyak 85.334 ton gabah dan 4.720 ton beras, yang jika dikonversikan, setara dengan 50.272 ton beras atau 94 persen dari target baru.
Baca Juga: Palsukan Air Le Minerale, Warga Bekasi Edarkan Galon Berisi Air Sumur Tercemar
Pencapaian tersebut tidak hanya membantu petani dalam memastikan harga jual tetap stabil, tapi juga berdampak langsung terhadap ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini, stok CBP yang dikuasai Bulog Jakarta dan Banten mencapai 344.000 ton, berkontribusi lebih dari 10 persen terhadap total stok nasional.
Baca Juga: Respon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Shell yang Resmi Lepas Seluruh SPBU di Indonesia
Bambang menegaskan bahwa stok tersebut bukan sekadar angka di laporan, melainkan hasil nyata dari kerja keras di lapangan.
Ke depan, Bulog berkomitmen memperluas jangkauan hingga ke desa-desa, memperkuat kerja sama dengan petani lokal, dan menjaga keseimbangan antara stok nasional dan kesejahteraan petani di hulu.
Artikel Terkait
Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Kader PSI Dian Sandi Utama Minta Maaf Langsung ke Solo
Bos CV Santoso Seal Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Ijazah Ratusan Mantan Karyawan
Gibran Tekankan Makan Bergizi Gratis Bukan Sekadar Program, Tapi Investasi Masa Depan Anak Bangsa
Bukan dari Kantor Kemenaker, KPK Jelaskan Mobil Sitaan Berasal dari Rumah Pribadi
Jejak Harun Masiku Sudah Terdeteksi, KPK Masih Dalami Keterangan Penyelidik
Temuan Baru Komnas HAM, Ledakan di Garut Diwarnai Perdebatan Soal Penanganan Detonator
Respon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Shell yang Resmi Lepas Seluruh SPBU di Indonesia
Palsukan Air Le Minerale, Warga Bekasi Edarkan Galon Berisi Air Sumur Tercemar
Trump Larang Harvard Terima Mahasiswa Asing, Tuduh Kampus Jadi Sarang Radikalisme dan Pengaruh China
Selfie di Mahkamah Agung: Foto Harun Masiku Bareng Hasto dan Djan Faridz Diungkap di Sidang