Fenomena ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendekatan komunikasi pemerintahan kini tak harus selalu konvensional. Lewat medium yang lebih personal dan ringan, seorang pemimpin daerah bisa membangun kedekatan, transparansi, sekaligus efisiensi.
Julukan “Gubernur Konten” mungkin awalnya bernada guyonan, tapi bagi Dedi Mulyadi, itu justru jadi bukti bahwa kreativitas bisa menekan biaya sekaligus memperluas jangkauan.
Artikel Terkait
5 Lembaga dengan CPNS 2024 Mundur Terbanyak, Salah Satunya Kementerian Komunikasi dan Digital
Usai Seleksi Kompetensi, Peserta PPPK 2024 Tahap 2 Jangan Santai Duku Karena Ada....
Rawat Laptop Layar Sentuh dengan Benar, Biar Awet dan Nggak Cepat Rusak
Kompres Air Hangat atau Dingin untuk Anak Demam: Mana yang Lebih Efektif?
Waspadai Tanda-Tanda Diabetes Tipe 1 pada Anak, Ini Gejalanya!
Erick Thohir Ogah Jadi Ketum PSSI Seumur Hidup: Organisasi Butuh Penyegaran
Pelaku Pembunuhan Bocah 4 Tahun yang Tewas Terbakar Akhirnya Ditangkap di Tasikmalaya
Hindari Macet di Hari Buruh, 39 KA Jarak Jauh Singgah di Stasiun Jatinegara
Bantuan Hibah Sapi Diselewengkan, Kementan Gandeng Polri Tuntaskan Penyimpangan
Hakim Heru Hanindyo Ngaku Tak Terima Suap, Sebut Namanya Dijual Hakim Lain Demi Vonis Bebas Ronald Tannur