Sri Mulyani menyebut bahwa tim Indonesia dinilai sebagai salah satu yang paling siap dan visioner dalam mengajukan langkah-langkah reformasi struktural dan membuka ruang dialog yang konstruktif.
“Kita dianggap sebagai first mover, dan ini memberi posisi tawar yang cukup baik untuk Indonesia dalam proses negosiasi ke depan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari tahapan lanjutan, Indonesia telah resmi menandatangani perjanjian non-disclosure (NDA) dengan USTR pada 23 April 2025. Kesepakatan ini menandai masuknya Indonesia dalam kelompok 20 negara pertama yang memulai fase awal negosiasi tarif dengan AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa proses teknis dari negosiasi ini bisa rampung dalam dua bulan ke depan.
Baca Juga: Pembangunan Tahap II IKN Resmi Dimulai, Rp48,8 Triliun Disiapkan untuk Wujudkan Kota Politik Baru
“Target kita, pembahasan teknis bisa selesai dalam 60 hari. Ini akan jadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Amerika,” ujar Airlangga.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Open House di Istana Merdeka pada 31 Maret
Jalur Arteri Karawang Rusak, 22 Pemudik Motor Jatuh: Kementerian PU Minta Maaf, Bupati Ancam Ambil Alih Perbaikan
1,65 Juta Kendaraan Sudah Keluar dari Jakarta, Kakorlantas Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Lebaran
Fantasi Kelam di Balik Jas Putih Dokter RSHS Bandung Tersangka Pemerkosaan Pasien
Pembangunan Tahap II IKN Resmi Dimulai, Rp48,8 Triliun Disiapkan untuk Wujudkan Kota Politik Baru
Heboh Bau Gas dan Bensin Misterius dari Bekasi Kabupaten dan Kota hingga Jakarta Timur, Warga Resah dan Tak Bisa Tidur Semalaman
Debt Collector Rusuh di Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Kapolda Riau Murka, Kapolsek Dicopot, 4 Pelaku Ditangkap Polisi
Prabowo Subianto Terbangkan Drone Tebar Benih Padi di Palembang
Transaksi BPHTB di Jakarta Kini Lebih Cepat dan Praktis Lewat Pajak Online
Makin Bertambah, Intip Deretan Kasus Keracunan MBG Sejak Peluncurannya di Sekolah