Lebih dari 250 Mantan Pejabat Mossad Serukan Penghentian Perang di Gaza

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Senin, 14 April 2025 | 08:21 WIB
Israel Kembali Menyerang Gaza (Foto : Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)
Israel Kembali Menyerang Gaza (Foto : Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)

INSIBERNEWS - Lebih dari 250 mantan pejabat dari badan intelijen Israel, Mossad, telah mengeluarkan petisi yang mendesak segera diakhirinya konflik di Gaza.

Petisi yang diterbitkan pada Minggu malam ini menyerukan agar segera dihentikan tindakan militer yang telah berlangsung selama beberapa waktu, serta meminta agar para sandera yang ditahan di Gaza dibebaskan.

Baca Juga: Telapak Tangan Sering Berkeringat? Ini Penyebabnya yang Perlu Kamu Tahu!

Menurut laporan dari media Israel, petisi ini diprakarsai oleh Gail Shorsh, seorang mantan anggota Mossad, dan didukung oleh tiga mantan pemimpin lembaga tersebut, yaitu Danny Yatom, Ephraim Halevy, dan Tamir Pardo, serta puluhan kepala departemen dan wakil kepala departemen Mossad.

Baca Juga: Pabrik Garmen di Bogor Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Petisi ini merupakan yang kedua kalinya dalam 24 jam terakhir yang diterbitkan oleh mantan dan anggota aktif dari pasukan keamanan Israel. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan gelombang penolakan terhadap kebijakan pemerintah terkait perang yang terus berlanjut.

Tuntutan untuk segera mengakhiri kekerasan dan mencari solusi damai juga semakin menggema di kalangan masyarakat dan anggota pasukan cadangan.

Petisi sebelumnya juga ditandatangani oleh sekitar 200 dokter militer cadangan yang menyuarakan keprihatinan mereka terkait dampak kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.

Baca Juga: Terungkap! Begini Alur Suap Tiga Hakim dalam Kasus Korupsi Minyak Goreng

Sejak Kamis, lebih dari enam petisi serupa telah ditandatangani oleh para veteran dari berbagai cabang militer Israel, yang terdiri dari perwira militer yang telah pensiun, serta anggota pasukan cadangan.

Mereka secara terbuka menentang kelanjutan perang dan menyarankan agar pemerintah Israel mencari jalan keluar melalui diplomasi dan dialog, bukannya kekerasan yang berkepanjangan.

Baca Juga: Gegara HP Gadai, Suami di Bengkalis Bacok Istri Hingga Tewas Pakai Kapak

Tuntutan mereka untuk mengutamakan keselamatan warga sipil dan pembebasan sandera semakin kuat di tengah-tengah ketegangan yang terus meningkat.

Mantan anggota Mossad dalam petisi mereka juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam menghadapi konflik ini. Mereka mengingatkan bahwa meskipun keamanan nasional adalah hal yang penting, namun langkah-langkah militer yang tidak terkontrol dapat memperburuk situasi dan memperpanjang penderitaan rakyat Gaza.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X