INSIBERNEWS - Selasa (18/3/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan setelah serangan udara Israel.
Serangan dari Israel tersebut menewaskan lebih dari 400 warga Palestina.
Serangan ini terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada 15 Januari 2025.
Baca Juga: OJK Sahkan Kebijakan Buyback Tanpa RUPS Selama 6 Bulan Akibat IHSG Anjlok
Netanyahu menyatakan bahwa serangan tersebut hanyalah awal dari tindakan militer lebih lanjut.
Sebagai respons terhadap Hamas yang dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk membebaskan sandera Israel. Netanyahu juga berjanji akan menghancurkan Hamas.
Dilansir INsibernews dari kanal YouTube IsraelPM (19/3/2025), dalam pernyataannya, Netanyahu menyebutkan bahwa korban sipil yang berjatuhan dalam serangan tersebut adalah tanggung jawab Hamas.
Mengingat kelompok tersebut dianggap bertanggung jawab atas ketegangan yang terjadi.
Meskipun demikian, proses gencatan senjata antara Israel dan Hamas belum mencapai kesepakatan yang jelas.
Gencatan senjata fase kedua yang seharusnya dimulai pada 1 Maret 2025.
Baca Juga: Skandal Minyakita: Dua Pelaku Ditangkap, Terancam Penjara Lima Tahun
Setelah fase pertama yang berlangsung selama 42 hari, hingga kini belum dilanjutkan.
Salah satu alasan utama penundaan ini adalah keputusan Israel yang ingin memperpanjang fase pertama.
Artikel Terkait
Netanyahu Jalani Operasi Prostat di Tengah Konflik Gaza
AS Menjatuhkan Sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional ICC Setelah Surat Perintah Penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant
Senat AS Tolak Sanksi untuk ICC! Upaya Lindungi Netanyahu Gagal, Trump Siap Ambil Langkah Selanjutnya?
Netanyahu Tolak Negara Palestina, Sebut Bisa Dibangun di Arab Saudi
Netanyahu Tegaskan Komitmen Israel Ambil Alih Gaza, Sementara Arab Saudi Bahas Alternatif di Pertemuan Puncak