Netanyahu Jalani Operasi Prostat di Tengah Konflik Gaza

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 30 Desember 2024 | 11:47 WIB
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)
Benjamin Netanyahu - Perdana Menteri Israel (Foto : Abir Sultan/AFP via getty images)

INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan menjalani prosedur medis untuk pengangkatan prostat pada Minggu (29/12/2024), menyusul diagnosis infeksi saluran kemih akibat pembesaran prostat jinak.

Informasi ini dikonfirmasi secara resmi oleh kantor perdana menteri melalui sebuah pernyataan tertulis.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2025, Polsek Cibatu Ajak Warga Aktifkan Siskamling Cegah Gangguan Kamtibmas

Prosedur ini menambah daftar panjang perawatan medis yang telah dijalani Netanyahu dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, ia menjalani operasi hernia pada Maret lalu dan pemasangan alat pacu jantung pada Juli 2023.

Kondisi kesehatannya menjadi perhatian publik di tengah jadwal yang padat dan tekanan politik yang intens.

Baca Juga: Lansia 74 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Lampung, Honda Brio Diduga Penyebab Utama

Pengangkatan prostat ini berlangsung di tengah krisis besar, di mana Israel masih berhadapan dengan konflik militer melawan kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Konflik berkepanjangan ini tidak hanya menciptakan tekanan bagi rakyat Palestina, tetapi juga menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Netanyahu.

Baca Juga: Honda Activa 125 Versi 2025 Resmi Meluncur di India: Skutik Modern dengan Teknologi Canggih

Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana ia akan mampu mempertahankan fokus dalam mengelola konflik di tengah kondisi kesehatannya yang sering terganggu.

Meski jadwal operasi telah ditetapkan, Netanyahu disebut tetap memantau situasi keamanan nasional.

Baca Juga: Aksi Curanmor di Koja, Jakarta Utara: Motor Ibu Rumah Tangga Raib di Tengah Jalan Ramai

Tim pemerintahannya menyatakan bahwa semua urusan kenegaraan akan dikelola oleh para menteri senior selama masa pemulihannya.

Namun, kritikus menilai kondisi ini dapat melemahkan pengambilan keputusan strategis di tengah situasi yang memerlukan kepemimpinan penuh waktu.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X