Masjid di Edmonson Park Diancam Penembakan Massal, PM Australia: Tidak Ada Tempat untuk Kebencian!

Photo Author
- Rabu, 5 Maret 2025 | 13:56 WIB
Ilustrasi Bendera Australia (Foto : Pixabay)
Ilustrasi Bendera Australia (Foto : Pixabay)

INSIBERNEWS - Sebuah ancaman mengarah ke Australian Islamic House - Masjid Al-Bayt Al-Islami di Edmonson Park pada Senin (2/3), memicu kekhawatiran di komunitas Muslim setempat.

Ancaman tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Anjlok ke Titik Terendah dalam 3 Bulan, OPEC Tetap Lanjutkan Pemulihan Produksi

Meskipun diterpa insiden ini, pihak pengelola masjid menegaskan bahwa ibadah tarawih Ramadan akan tetap berlangsung seperti biasa. Namun, untuk memastikan keamanan jamaah, kehadiran aparat kepolisian di sekitar lokasi akan ditingkatkan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dengan cepat mengeluarkan pernyataan mengecam keras ancaman tersebut.

Ia menegaskan bahwa aksi kebencian semacam ini tidak memiliki tempat di Australia dan mendukung penuh pihak berwenang dalam menangani kasus ini.

Baca Juga: Persib Jaga Posisi Puncak, Dewa United Siap Tempel Ketat – Ini Jadwal Pekan ke-26 Liga 1!

"Ini tindakan yang menjijikkan dan tidak bisa ditoleransi di Australia. Saya mendukung penuh aparat dalam penyelidikan ini," tegas Albanese seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (4/3/2025).

Baca Juga: Taeil Eks NCT Resmi Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan, Didakwa Tanpa Penahanan

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab atas ancaman ini harus menghadapi konsekuensi hukum yang berlaku.

"Rasisme dan Islamofobia tidak akan pernah dibiarkan berkembang di negara ini," tambahnya.

Baca Juga: Kemnaker Klaim Karyawan Sritex Bisa Bekerja Kembali Dalam 2 Minggu ke Depan

Hingga saat ini, komunitas Muslim di Edmonson Park tetap berusaha menjalani ibadah Ramadan dengan tenang, seraya menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X