INSIBERNEWS - Harga minyak mentah dunia kembali merosot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada Senin (3/3/2025), setelah OPEC+ mengonfirmasi akan tetap menjalankan rencana pengembalian produksi secara bertahap mulai April mendatang.
Keputusan ini diambil meskipun harga minyak sedang melemah, yang membuat pasar semakin tertekan.
Baca Juga: Persib Jaga Posisi Puncak, Dewa United Siap Tempel Ketat – Ini Jadwal Pekan ke-26 Liga 1!
Mengacu pada data pasar, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April ditutup turun sebesar USD1,52 atau 2,17 persen ke level USD68,44 per barel. Angka ini menjadi yang terendah sejak 9 Desember 2024.
Sementara itu, minyak Brent yang digunakan sebagai acuan global juga mengalami penurunan. Untuk kontrak pengiriman Mei, harga Brent turun USD1,63 atau 2,23 persen menjadi USD71,45 per barel.
Baca Juga: 16 Daerah Tidak Sanggup Adakan PSU Pilkada Karena Terkendala Anggaran, Lalu Bagaimana?
Keputusan OPEC+ untuk mulai mengembalikan pasokan sebesar 2,2 juta barel per hari dalam 18 tahap bulanan ini sebenarnya telah diumumkan sejak Desember lalu.
Namun, banyak pihak memperkirakan bahwa kelompok produsen minyak tersebut akan menunda kebijakan ini mengingat harga yang masih berada dalam tren menurun.
Baca Juga: Kemnaker Klaim Karyawan Sritex Bisa Bekerja Kembali Dalam 2 Minggu ke Depan
Meski begitu, OPEC+ tetap berpegang pada rencana awal mereka, dengan harapan bahwa pemulihan pasokan secara perlahan dapat menstabilkan pasar dalam jangka panjang.
Langkah ini tentunya menimbulkan pro dan kontra di kalangan investor dan analis, yang menilai bahwa peningkatan pasokan justru dapat memperburuk tekanan harga di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: THR untuk Driver Ojol Segera Ditetapkan, Kemnaker Pastikan dalam Bentuk Uang Tunai
Kini, pasar minyak global akan terus mencermati bagaimana dampak keputusan OPEC+ terhadap pergerakan harga ke depan.
Apakah langkah ini akan membawa keseimbangan atau justru semakin menekan harga minyak mentah? Semua masih menjadi tanda tanya besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Artikel Terkait
Hujan Deras Sebabkan 1.870 Rumah Terendam Banjir di Tangerang Akibat Kali Angke Meluap
Tidak hanya 10.665 Karyawan, Penutupan Sritex Juga Berdampak pada Warga Sekitar
BRI Dukung Asta Cita Pemerintah dalam Membangun dan Memberdayakan Desa dengan Menggelar Program Desa BRILian 2025
Kemnaker Klaim Karyawan Sritex Bisa Bekerja Kembali Dalam 2 Minggu ke Depan
16 Daerah Tidak Sanggup Adakan PSU Pilkada Karena Terkendala Anggaran, Lalu Bagaimana?
THR untuk Driver Ojol Segera Ditetapkan, Kemnaker Pastikan dalam Bentuk Uang Tunai
Lolly Bikin Surat Permohon untuk Ibunya, Nikita Mirzani, Tak Ditahan Polda Metro Jaya: Kami Masih Butuh Dia
Baru Comeback! Xiumin EXO Gagal Tampil di Music Bank, Agensi Sindir Adanya Pemblokiran?
Taeil Eks NCT Resmi Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan, Didakwa Tanpa Penahanan
Persib Jaga Posisi Puncak, Dewa United Siap Tempel Ketat – Ini Jadwal Pekan ke-26 Liga 1!