INSIBERNEWS - Beroperasi selama 58 tahun, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) resmi tutup.
PT Sritex yang berlokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah ini telah menciptakan lebih dari 50 ribu lapangan kerja.
Sritex dikenal sangat dicintai oleh para karyawan karena jujur dan kasus korupsi.
Baca Juga: Bau Mulut Saat Puasa? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasinya!
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (5/3/2025), dengan ditutupnya Sritex maka berdampak pada 10.665 karyawan yang kena PHK.
Penutupan PT Sritex tidak hanya berdampak pada karyawan, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi warga sekitar lokasi pabrik.
Sebagai salah satu perusahaan besar yang mempekerjakan ribuan orang, keberadaan Sritex memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi lokal.
Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan 1.870 Rumah Terendam Banjir di Tangerang Akibat Kali Angke Meluap
Banyak usaha kecil di sekitar pabrik yang bergantung pada keberadaan karyawan sebagai pelanggan tetap.
Seperti warung makan, laundry, kosan, hingga tempat penitipan sepeda motor.
Warung makan yang biasanya ramai dengan karyawan yang makan siang atau membeli makanan setelah jam kerja akan mengalami penurunan omzet yang drastis.
Maka para pedagang terpaksa mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Karena pendapatan yang bergantung pada aktivitas karyawan Sritex mendadak hilang.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kerahkan 4 Kementerian untuk Selamatkan Sritex dari Bangkrut
Hari Terakhir Kerja, 8.400 Karyawan Sritex Kena PHK, Perusahaan Tutup Total Awal Maret
DPR Desak Pemerintah Bertindak, Ribuan Karyawan Sritex Terancam PHK Jelang Lebaran
Dari Puncak Kejayaan hingga Runtuh: Kisah Pilu PT Sritex, Raksasa Tekstil Asia Tenggara yang Tutup pada 2025
Sejumlah Menteri Berkumpul di Istana Upayakan Solusi untuk Eks Karyawan Sritex yang Terkena PHK Agar Bisa Kerja Kembali