INSIBERNEWS – Sebanyak 8.400 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, harus menghadapi kenyataan pahit setelah secara resmi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Keputusan ini berlaku sejak Rabu (26/2), namun para pekerja masih diminta menyelesaikan tugas mereka hingga Jumat (28/2).
Baca Juga: Akhirnya Pilwalkot Banjarbaru Akan Dilakukan PSU Total dan Hadirkan Kotak Kosong
Setelah itu, perusahaan tekstil raksasa ini akan tutup total mulai 1 Maret, bertepatan dengan awal Ramadan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, menjelaskan bahwa setelah Sritex berhenti beroperasi, seluruh urusan perusahaan akan berada di bawah kewenangan kurator.
Baca Juga: Kemeterian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1446 Hijriah Hari Ini
Artinya, segala hak karyawan seperti pesangon dan gaji terakhir akan menjadi tanggung jawab kurator, sementara jaminan hari tua akan ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan.
"Sejak keputusan PHK tanggal 26 Februari, manajemen sudah tidak lagi bertanggung jawab atas hal-hal tersebut," kata Sumarno dalam konferensi pers di Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Kamis (27/2).
Baca Juga: Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus, Maksimal 10 Menit Setelah Adzan
Demi membantu ribuan karyawan yang kehilangan pekerjaan ini, Disperinaker Sukoharjo telah menyiapkan sekitar 8.000 lowongan kerja di berbagai perusahaan lain di wilayah Sukoharjo.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para buruh yang terdampak agar bisa segera mendapatkan pekerjaan baru dan tidak mengalami krisis ekonomi berkepanjangan.
Baca Juga: Kepala PPAPP Ungkap Kekerasan Anak dan Perempuan Capai 356 Kasus Sejak Awal Tahun 2025
Sementara itu, kabar mengenai tutupnya Sritex juga ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di Facebook. Sejumlah unggahan memperlihatkan perpisahan emosional dari para pekerja dengan perusahaan yang selama ini menjadi tempat mereka mencari nafkah.
Bahkan, beberapa unggahan menyebutkan bahwa hari ini, Jumat (28/2), adalah hari terakhir bagi Sritex sebelum akhirnya benar-benar berhenti beroperasi.
Artikel Terkait
WNA Singapura Meninggal di Halte Transjakarta, Polisi Lakukan Penyelidikan
Imbas Perang Dagang AS-China, KEK Kendal Kebanjiran Pabrik Relokasi
SM Entertainment Bakal Ambil Langkah Hukum, Soal Rumor Bully Ian Hearts2Hearts
FBI Sebut Korea Utara Dalang Peretasan Kripto Terbesar, Bybit Rugi Rp25 Triliun
BRI Fokus Pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang di Tengah Dinamika Pasar
West Ham Amankan Kemenangan 2-0 atas Leicester, Soucek Bersinar di London Stadium
Kepala PPAPP Ungkap Kekerasan Anak dan Perempuan Capai 356 Kasus Sejak Awal Tahun 2025
Transjakarta Izinkan Penumpang Buka Puasa di Dalam Bus, Maksimal 10 Menit Setelah Adzan
Kemeterian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1446 Hijriah Hari Ini
Akhirnya Pilwalkot Banjarbaru Akan Dilakukan PSU Total dan Hadirkan Kotak Kosong