lifestyle

Stop FOMO! Begini Cara Nikmati Dunia Nyata Tanpa Harus Takut Ketinggalan Momen di Medsos Alias JOMO

Senin, 2 Desember 2024 | 08:10 WIB
Ilustrasi Fomo dan JOMO (Freepik )

1. Biasakan Waktu Tanpa Gadget
Albers menyebut perilaku membatasi media sosial memungkinkan seseorang untuk memberikan waktu lebih untuk diri sendiri.

"Membatasi media sosial dapat membuat seseorang bisa memilih menggunakan waktu untuk diri sendiri maupun untuk orang lain," terang sang psikolog.

Selain itu, kebiasaan ini akan membuat seseorang menyadari betapa banyak perilaku FOMO yang selama ini telah dilakukan tanpa disadari.

Baca Juga: Yujin Kep1er Dikecam Permintaan Maaf Oleh Muslim Penggemar Kpop Dunia Gara-Gara Pakai Baju Bergambar Ka'bah, Tulisan Allah dan Muhammad

"Saat berhenti menggunakan (media sosial), seseorang akan menyadari bahwa FOMO-nya telah berkurang dan memberi kesempatan untuk fokus melakukan aktivitas yang meningkatkan kepuasan tersendiri," tegas Albers.

2. Berani Mengatakan Tidak
Ajakan orang lain menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang yang sedang membiasakan diri untuk memberi batasan terhadap media sosial.

Terlebih, jika ajakan itu tentang memainkan permainan game online yang menghabiskan banyak waktu maka seseorang harus berani mengatakan tidak.

"Tidak apa-apa mengatakan tidak, dan tidak perlu memberikan penjelasan," ujar Albers.

Baca Juga: 4 Langkah Sederhana yang Bisa Membantu Kamu Berdamai dengan Diri Sendiri Biar Hidup Lebih Tenang!

"Rasa bersalah biasanya muncul, namun hal itu akan lebih mudah diterima orang lain apabila seseorang telah melakukannya berulang kali," pungkasnya.

3. Introspeksi Diri
Bagi sebagian orang pasti merasa sulit untuk menjauh dari media sosial. Hal itu menjadikan mereka berulang kali 'iseng' untuk kembali berselancar di media sosial.

Albers menyarankan seseorang yang mengalami kesulitan tersebut untuk introspeksi diri.

Baca Juga: Cara Melupakan Seseorang Agar Cepat Move On: Jangan Terjebak di Masa Lalu

"Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda melakukannya karena takut ketinggalan (FOMO), atau apakah itu sesuatu yang penting untuk dilakukan," terang Albers.

"Terkadang perlu evaluasi dan berhenti sejenak untuk mengetahui keputusan diri sendiri saat kembali menatap layar ponsel," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini