Selama perawatan di rumah sakit, bocah itu menerima suplemen vitamin A, C, D, dan K, serta kalsium, tiamin, tembaga, dan zinc, dan ia mulai makan selada dan keju di hamburgernya.
Diungkapkan oleh Dokter di Rumah Sakit Anak Boston bahwa anak laki-laki tersebut memiliki gangguan makan yang bersifat menghindar/membatasi (ARFID), yaitu gangguan makan yang memengaruhi sekitar setengah dari anak autis dalam berbagai tingkatan.