5. Kondisi Medis Tertentu: Ibu dengan kondisi medis seperti diabetes atau penyakit ginjal juga berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi saat hamil.
Risiko Darah Tinggi Saat Hamil
Hipertensi saat hamil tidak boleh dianggap remeh karena dapat menimbulkan berbagai risiko serius, seperti:
1. Preeklampsia
Ini adalah kondisi serius yang dapat terjadi jika hipertensi tidak dikontrol.
Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ, seperti ginjal dan hati.
Kondisi ini dapat mengancam nyawa ibu dan janin.
2. Persalinan Prematur
Hipertensi dapat menyebabkan bayi lahir lebih cepat dari jadwal, yang bisa berdampak pada kesehatan bayi, termasuk risiko kelahiran dengan berat badan rendah.
3. Solusio Plasenta
Ini adalah kondisi di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya, yang dapat menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa ibu dan janin.
4. Pertumbuhan Janin Terhambat
Hipertensi dapat mengganggu aliran darah ke plasenta, yang dapat menghambat pertumbuhan janin di dalam rahim.
Cara Mengatasi Darah Tinggi Saat Hamil
Mengatasi darah tinggi saat hamil memerlukan pendekatan yang hati-hati dan pengawasan ketat oleh tenaga medis.
Baca Juga: Wajah Baru Riyuka Bunga Setelah Operasi Plastik Hidung, Tuai Pujian
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: