INSIBERNEWS - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, salah satunya di usia 20-an.
Melansir dari data Kementerian Kesehatan pada 2019 menunjukkan hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6 persen), 45-54 tahun (45,3 persen), dan umur 55-64 tahun (55,2 pe4rsen).
Tidak hanya itu, pada kelompok usia anak muda 20 tahunan juga rentan mengalami tekanan darah tinggi.
Seprti halnya kelompok usia lain, gejala atau tanda darah tinggi pada usia 20 tahunan pun beragam dan sama membahayakan bagi kesehatan.
Baca Juga: 5 Tips Merawat Kain Tenun Agar Tetap Terjaga Keindahan dan Kualitasnya
Melansir dari berbagai sumber, berikut tanda darah tinggi di usia 20 tahunan.
Tanda Darah Tinggi di Usia 20 Tahunan
Darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah sistolik (jantung berkontraksi) lebih dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik (jantung berelaksasi) lebih dari 90mmHg.
Menurut Kementerian Kesehatan, hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer, yakni masalah kesehatan yang bisa membunuh penderitanya secara diam-diam.
Namun secara diam-diam, tekanan abnormal dalam arteri ini dapat meningkatkan risiko terkena stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, serta kerusakan ginjal.
Baca Juga: Shafira Noreenaida Siswa Asal Yogyakarta Dengan Segudang Prestasi
Gejala darah tinggi di usia 20 tahunan pun umumnya sama seperti kelompok usia lain, di antaranya adalah :
- Sakit kepala atau pusing
- Mual
- Muntah
- Pusing
- Penglihatan kabur atau penglihatan ganda
- Mimisan
- Palpitasi jantung atau jantung berdetak kencang
- Sesak napas
- Perdarahan subkonjungtiva atau bercak seperti darah pada mata.