INSIBERNEWS - OpenAI dikabarkan menunda peluncuran luas model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, GPT-5.6, setelah muncul kebijakan baru dari pemerintah Amerika Serikat yang memperketat pengawasan terhadap teknologi AI paling canggih.
Kebijakan tersebut membuat akses awal terhadap model terbaru OpenAI hanya diberikan kepada mitra tertentu yang telah diberitahukan kepada pemerintah.
Langkah ini menyusul perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam kebijakan tersebut, perusahaan pengembang AI diminta secara sukarela melaporkan model AI tercanggih mereka kepada pemerintah paling lambat 30 hari sebelum peluncuran.
Baca Juga: Perundingan AS-Iran Tertunda, Harga Minyak Dunia Langsung Bergerak Naik
Tujuannya adalah memberi waktu bagi pemerintah untuk melakukan peninjauan terhadap potensi risiko keamanan maupun dampaknya sebelum teknologi tersebut dirilis ke publik.
Sebagai konsekuensi dari aturan tersebut, OpenAI membatasi distribusi pratinjau GPT-5.6 hanya kepada mitra yang telah masuk dalam skema pelaporan pemerintah.
Model terbaru ini terdiri dari tiga varian, yakni Sol sebagai model dengan kemampuan tertinggi, Terra untuk kebutuhan kelas menengah, serta Luna yang dirancang sebagai versi paling ringan dan terjangkau. Ketiga model tersebut belum dapat diluncurkan secara luas selama proses peninjauan masih berlangsung.
Baca Juga: Liburan Berujung Maut, Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh dan Tewaskan 11 Orang di Prancis
GPT-5.6 disebut sebagai model AI paling canggih yang pernah dikembangkan OpenAI. Selain peningkatan kemampuan dalam memahami dan menghasilkan bahasa, model ini juga dibekali kemampuan agen (agentic AI) yang lebih kuat untuk menangani tugas kompleks, mulai dari pemrograman, riset biologi, hingga keamanan siber.
Varian Sol bahkan menghadirkan mode penalaran tingkat lanjut dan sistem subagen yang mampu bekerja secara terkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan yang lebih rumit.
Pembatasan serupa juga dialami perusahaan AI lain. Anthropic, misalnya, dilaporkan harus mencabut akses model Fable 5 bagi pengguna asing setelah mendapat arahan dari pemerintah AS. Kebijakan tersebut akhirnya membuat perusahaan memilih menarik model tersebut secara keseluruhan dari akses publik, memicu perdebatan mengenai batas kewenangan pemerintah dalam mengatur distribusi teknologi AI.
OpenAI mengaku menghormati kebijakan yang berlaku, meski tidak sepenuhnya sepakat dengan mekanisme tersebut.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui blog resminya, perusahaan menilai proses peninjauan pemerintah seharusnya tidak menjadi kebijakan permanen karena berpotensi menghambat akses pengguna, pengembang, perusahaan, hingga mitra internasional terhadap teknologi AI yang dinilai dapat memberikan manfaat luas di berbagai sektor.