Baca Juga: KAI Hentikan Sementara KA Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara, Penumpang Diminta Cek Jadwal
Namun, pemerintah China juga mengingatkan risiko penggunaan AI, seperti potensi pelanggaran data dan privasi. Oleh karena itu, tata kelola AI yang aman, transparan, dan kolaboratif menjadi prioritas utama.
“AI dipandang sebagai barang publik internasional, dengan harapan negara-negara bekerja sama membangun tata kelola global yang adil dan saling percaya,” kata Dewan Pemerintahan China.
Baca Juga: Panglima TNI Minta Publik Tak Terprovokasi, Ajak Jaga Ketertiban Bersama
AI Plus diproyeksikan tidak hanya mendorong efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi pilar utama kemajuan ekonomi cerdas China menuju 2035.
Dengan strategi ini, China berharap dapat memimpin inovasi teknologi AI di tingkat global sekaligus memastikan manfaatnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat.