INSIBERNEWS - Bagi keluarga muda, mengatur keuangan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Godaan untuk membeli barang-barang baru, mengikuti tren, atau sekadar menghabiskan akhir pekan di tempat hits bisa membuat anggaran bulanan cepat terkuras.
Kalau tidak hati-hati, kebiasaan konsumtif ini bisa mengganggu kestabilan finansial dan membuat masa depan keluarga jadi berisiko.
Baca Juga: Nikita Mirzani Resmi Laporkan Dugaan Suap Reza Gladys ke KPK, Bawa Bukti Rekaman Suara
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat anggaran bulanan yang realistis. Catat semua pemasukan dan rencanakan pengeluaran berdasarkan kebutuhan prioritas, seperti cicilan rumah, biaya pendidikan, dan kebutuhan pokok. Dengan begitu, setiap rupiah yang keluar akan lebih terkontrol dan terarah.
Selain itu, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, membeli baju baru karena memang sudah tidak ada yang layak pakai jelas berbeda dengan membeli baju hanya karena sedang diskon. Menahan diri dari pembelian impulsif akan membantu menjaga tabungan tetap aman.
Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Terseret Suap Proyek RSUD, Warga Kecewa Janji Layanan Kesehatan Dikhianati
Menabung dan berinvestasi sejak dini juga jadi kunci. Sisihkan minimal 10–20 persen dari penghasilan untuk tabungan darurat dan investasi, seperti reksa dana atau deposito. Dana darurat ini akan sangat membantu jika terjadi situasi tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.
Membiasakan gaya hidup sederhana juga tidak kalah penting. Keluarga muda bisa memilih hiburan yang hemat, seperti piknik di taman, memasak bersama di rumah, atau menonton film dari layanan streaming dibanding selalu makan di luar atau bepergian ke tempat mahal.
Baca Juga: Kenang Jasa Prabowo, Wilfrida Beri Nama Sang Anak 'Merah Prima Bowo' Usai Terbebas dari Hukuman Mati
Jangan lupa, utang konsumtif harus dihindari. Gunakan kartu kredit dengan bijak dan hanya untuk kebutuhan mendesak. Membayar bunga cicilan yang tidak perlu akan membuat keuangan keluarga semakin berat.
Terakhir, terus belajar literasi keuangan. Membaca buku, mengikuti seminar, atau sekadar mencari informasi dari sumber terpercaya akan membantu keluarga muda lebih cerdas dalam mengelola uang.
Dengan pengelolaan yang baik, finansial keluarga akan lebih aman, dan impian masa depan seperti punya rumah sendiri atau liburan bersama bisa terwujud tanpa terjebak utang.