Tragis! Bocah SMP Ditemukan Tak Bernyawa dengan Wajah Terbungkus Plastik di Sumut

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 18:38 WIB
Bocah SMP Ditemukan Tak Bernyawa dengan Wajah Terbungkus Plastik di Sumut (Dok.Polres Simalungun)
Bocah SMP Ditemukan Tak Bernyawa dengan Wajah Terbungkus Plastik di Sumut (Dok.Polres Simalungun)

INSIBERNEWS - Seorang pelajar SMP yang merupakan warga Kecamatan Bandar Selamat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, ditemukan tidak bernyawa di dalam rumahnya sendiri pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Kabar mengenai kematian bocah yang diketahui bernama Frans Stevenly (14) itu menyebar cepat di media sosial, tak sedikit orang berspekulasi soal penyebab kematiannya dan menyebut korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat.

Menanggapi isu yang menyebar, Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Very Purba, menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda korban diikat seperti yang ramai dibicarakan.

Baca Juga: Bukan Karena Perselingkuhan, Dahlia Poland Beberkan Alasan Gugat Cerai Fandy Christian, Apa Itu?

“Informasi soal korban ditemukan dalam kondisi terikat itu tidak benar. Yang benar, wajah korban memang tertutup kantong plastik saat ditemukan,” ujar Very kepada wartawan, Kamis (7/8).

Berdasarkan penyelidikan awal, dilaporkan bahwa Frans saat itu seorang diri di rumah dikarenakan ibu dan kakaknya pergi ke luar kota.

Frans diketahui dalam keadaan sehat dan sempat dititipkan ke pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka.

Baca Juga: Jejak Uang Proyek Jalan Sumut: KPK Telusuri Aliran Dana ke Aparat dan Pejabat

“Korban terakhir terlihat pada hari Senin, masih sekolah seperti biasa. Hari Selasa, ia sudah tidak bisa dihubungi. Ibunya kemudian meminta sang paman untuk mengecek ke rumah, dan di sanalah jasad korban ditemukan di dalam kamar,” jelas Very.

Adapun saat jasad Frans ditemukan, wajahnya tertutup plastik, dan tangannya memegang tali. Namun, kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban.

Terkini, Jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi guna mengetahui lebih dalam kondisi fisik dan potensi penyebab kematiannya.

Baca Juga: Kapal Raksasa MV BYD Zhengzhou Sandar di Tanjung Priok, Angkut 7.000 Mobil Sekaligus

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan kabar yang belum pasti dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan.

“Kami minta publik bersabar. Proses masih berjalan dan kami akan ungkap semuanya berdasarkan bukti dan fakta,” tegas AKP Very.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X