INSIBERNEWS - Rabies bukan hanya menyerang anjing, kucing juga bisa terinfeksi penyakit mematikan ini. Meski kasus rabies pada kucing relatif lebih jarang, bukan berarti risiko ini bisa diabaikan.
Rabies bisa ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang sudah terinfeksi. Jika tidak ditangani dengan cepat, rabies bisa menyebabkan kematian, baik pada hewan maupun manusia yang terpapar.
Penting bagi pemilik kucing untuk mengenali gejala awal rabies agar bisa segera mengambil tindakan. Salah satu tanda paling umum adalah perubahan perilaku yang drastis. Kucing yang biasanya jinak bisa tiba-tiba menjadi sangat agresif, tidak mau disentuh, dan mudah menyerang tanpa alasan yang jelas.
Selain agresif, kucing yang terinfeksi rabies sering menunjukkan gejala gelisah berlebihan. Mereka terlihat tidak bisa diam, mondar-mandir, atau terus mengeong tanpa sebab. Kadang juga muncul tanda-tanda takut cahaya atau suara, dan perilaku yang tidak biasa lainnya.
Baca Juga: Mayat dalam Kardus Gegerkan Gresik, Ditemukan Warga Saat Cari Rumput di Pinggir Jalan
Gejala fisik juga bisa dikenali. Salah satu yang paling khas adalah keluarnya air liur secara berlebihan (hipersalivasi) dari mulut kucing. Air liur ini bisa tampak berbusa dan menjadi sarana penularan utama rabies. Kucing rabies juga sering terlihat kesulitan menelan, seperti sedang tersedak terus-menerus.
Kelemahan otot juga menjadi pertanda. Di tahap lanjut, kucing akan mulai mengalami kelumpuhan, terutama di bagian kaki belakang. Ini bisa menyebabkan kucing kesulitan berjalan, atau bahkan hanya bisa merangkak. Jika sudah seperti ini, biasanya kondisi kucing sudah sangat parah dan berbahaya.
Tanda lainnya adalah kejang atau kehilangan kesadaran. Rabies menyerang sistem saraf pusat, sehingga bisa menyebabkan gangguan koordinasi tubuh, bahkan hingga koma. Bila kucing menunjukkan gejala seperti ini, penting segera menghubungi dokter hewan untuk tindakan lanjutan.
Sebagai langkah pencegahan, pastikan kucingmu mendapat vaksin rabies secara berkala, terutama jika ia sering berkeliaran di luar rumah.
Waspadai kontak dengan hewan liar, dan jangan ragu untuk segera memeriksakan kucing ke klinik jika muncul gejala mencurigakan. Lebih cepat ditangani, lebih besar peluang untuk menghindari risiko yang fatal.