lifestyle

Anak Kecanduan Roblox? Ini Tips Bijak Menyikapi Gaya Main Game Anak Zaman Sekarang

Sabtu, 26 Juli 2025 | 17:57 WIB
Roblox jadi favorit, bikin orang tua khawatir anak kecanduan, ini solusinya! (Istimewa)

INSIBERNEWS — Roblox kini menjadi fenomena global yang merambah hampir seluruh kalangan anak-anak dan remaja.

Platform game online ini bukan sekadar tempat bermain, ia menjadi dunia virtual yang memungkinkan penggunanya menciptakan karakter, membangun rumah, memelihara hewan peliharaan digital, bahkan memiliki mata uang virtual yang bisa dipakai dalam berbagai transaksi di dalam game.

Dengan konsep yang sangat terbuka dan interaktif, Roblox menjadi wadah eksplorasi dan kreativitas yang luar biasa.

Baca Juga: Rayyan Dhika, Bocah Penari 'Aura Farming' Pacu Jalur Siap Tampil di Dubai!

Namun di balik itu semua, semakin banyak orang tua yang mulai resah: apakah anak mereka mulai kecanduan?

Bagi generasi digital saat ini, Roblox bukan hanya permainan, tapi juga bagian dari gaya hidup sosial. Anak-anak menghabiskan waktu untuk terhubung dengan teman-teman mereka secara virtual, membangun proyek bersama, bahkan mengobrol santai seolah sedang nongkrong di taman bermain.

Interaksi sosial yang dulunya terjadi secara fisik, kini berpindah ke dunia maya. Sayangnya, ketika aktivitas ini berlangsung tanpa kontrol, dampaknya bisa cukup mengganggu.

Baca Juga: Bikin Iri! Momen Manis Dul Jaelani Saat Rayakan Ulang Tahun Tissa Biani Jadi Sorotan

Anak-anak mulai sulit fokus saat belajar, mengalami gangguan tidur, dan menunjukkan emosi berlebihan ketika diminta berhenti bermain.

Menurut Dr. Intan Putri, seorang psikolog anak dan remaja, ada sejumlah tanda yang bisa dikenali saat anak mulai kecanduan game digital seperti Roblox.

Mereka biasanya menunjukkan reaksi emosional seperti marah atau cemas saat tidak diberi akses bermain, menghabiskan hampir seluruh waktu luangnya di depan layar, dan mulai mengabaikan aktivitas penting seperti makan, belajar, atau bersosialisasi secara langsung.

Baca Juga: Dua Remaja di Bekasi Diamankan karena Bawa 32 Gram Tembakau Sintetis, Terancam Hukuman Berat!

Bahkan, topik pembicaraan mereka sehari-hari pun bisa didominasi oleh game yang sama. "Bukan soal main gamenya yang salah," ujar Dr. Intan, "tapi ketika game menjadi satu-satunya sumber kesenangan bagi anak, itu harus diwaspadai."

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua? Melarang secara total bukanlah solusi yang efektif. Justru, pendekatan bijak dengan keterlibatan emosional dan komunikasi terbuka jauh lebih dianjurkan.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memahami dunia anak terlebih dahulu. Tanyakan tentang game yang mereka mainkan, apa yang mereka suka dari Roblox, dan siapa saja yang mereka temui di sana.

Baca Juga: Lee Minwoo SHINHWA Siap Menikah, Tegaskan Tetap Aktif di Dunia Hiburan!

Dengan menunjukkan ketertarikan yang tulus, orang tua bisa membuka pintu dialog yang sehat.

Setelah itu, penting untuk membuat kesepakatan yang jelas mengenai waktu bermain. Misalnya, anak boleh bermain satu jam setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Fitur parental control di Roblox juga dapat dimanfaatkan untuk memantau durasi bermain dan jenis konten yang diakses anak.

Pola pikir anak pun perlu diarahkan kembali bahwa bermain game adalah hadiah setelah menyelesaikan tanggung jawab, bukan hak tetap yang selalu tersedia kapan pun mereka mau.

Baca Juga: Soal Kehamilan Erika Carlina, Dj Panda Ungkap Terjadi 2 Kali Hubungan Tanpa Status Pada November 2024, Setelahnya Erika Hamil

Selain itu, kenalkan anak pada kegiatan alternatif yang tak kalah seru, seperti membuat kerajinan tangan, memasak camilan sederhana, atau berolahraga ringan bersama keluarga.

Menyediakan waktu khusus tanpa gadget, misalnya di akhir pekan, juga bisa menjadi momen berkualitas yang menyeimbangkan kehidupan digital dan nyata anak.

Menariknya, jika diarahkan dengan baik, Roblox sebenarnya bisa memberi manfaat edukatif. Banyak anak yang belajar dasar-dasar pemrograman dan desain lewat Roblox Studio, bahkan menciptakan game buatan mereka sendiri yang bisa dimainkan orang lain di seluruh dunia.

Baca Juga: Bertemu Menteri Imipas, Seskab Teddy Bahas Transformasi Layanan Publik yang Transparan

Tak jarang pula anak-anak ini berhasil memperoleh penghasilan dari hasil kreativitas mereka di platform tersebut.

"Yang penting adalah keseimbangan dan keterlibatan orang tua," lanjut Dr. Intan.

"Ketika anak merasa didampingi, mereka lebih terbuka dan bertanggung jawab terhadap pilihannya di dunia digital."

Baca Juga: BRI Peringati Hari Mangrove Sedunia Lewat Perbaikan Ekosistem Pesisir, Pertegas Komitmen Selamatkan Lingkungan

Daripada takut dan menolak kehadiran teknologi, orang tua masa kini justru ditantang untuk menjadi lebih melek digital.

Dengan memahami apa yang dimainkan anak, orang tua bisa menjaga komunikasi yang sehat, serta membantu membentuk pola penggunaan teknologi yang positif sejak dini.

Roblox, jika digunakan secara seimbang, bisa menjadi jembatan antara dunia nyata dan imajinasi anak asal ada batasan dan pendampingan yang konsisten dari orang tua.

Baca Juga: Dijatuhkan Vonis 3,5 Tahun Bui Hasto Kristiyanto: Dinilai Bersalah Suap Komisioner KPU

Tags

Terkini