INSIBERNEWS - Kesehatan hati sering kali luput dari perhatian karena organ ini bekerja diam-diam tanpa banyak gejala saat bermasalah.
Padahal, hati adalah organ vital yang bertanggung jawab atas lebih dari 500 fungsi tubuh, termasuk menyaring racun, membantu pencernaan, dan menyimpan energi. Ketika hati mulai terganggu, kita mungkin tidak langsung menyadarinya hingga kondisinya cukup parah.
Salah satu penyebab utama gangguan hati justru datang dari kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele.
Misalnya, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, fast food, atau makanan olahan instan. Jika dilakukan terus menerus, ini bisa memicu penumpukan lemak di hati dan berujung pada kondisi yang dikenal sebagai fatty liver.
Baca Juga: Jokowi Dicecar 45 Pertanyaan Soal Ijazah, Tegaskan Tak Pernah Suruh Unggah ke Medsos
Kurang tidur juga jadi musuh diam-diam bagi kesehatan liver. Saat kita tidur, tubuh termasuk hati bekerja untuk melakukan proses detoksifikasi.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk membantu hati berfungsi optimal. Jika sering begadang, liver akan kesulitan melakukan “pembersihan” racun dalam tubuh, yang dalam jangka panjang bisa berdampak buruk.
Baca Juga: PLN Tebar Diskon Besar-Besaran, Isi Daya Mobil Listrik di Rumah Kini Makin Murah
Penggunaan obat tanpa pengawasan dokter juga perlu diwaspadai. Beberapa jenis obat, termasuk suplemen herbal dan paracetamol jika dikonsumsi berlebihan, bisa memberikan beban berlebih pada liver.
Masyarakat sering kali mengira obat bebas aman dikonsumsi sesering mungkin, padahal hati bekerja ekstra keras untuk memproses zat-zat aktif di dalamnya.
Baca Juga: Trump Minta Obama Ditangkap, Tuduh Jadi Dalang Kecurangan Pemilu 2016
Kebiasaan minum alkohol secara rutin, bahkan dalam jumlah kecil, juga bisa merusak jaringan hati. Memang, konsumsi alkohol sesekali tidak selalu berbahaya, tapi jika jadi kebiasaan mingguan tanpa diimbangi gaya hidup sehat lainnya, risiko kerusakan hati akan meningkat drastis. Tak heran banyak kasus sirosis hati muncul dari konsumsi alkohol jangka panjang.
Jarang olahraga pun turut berkontribusi dalam menurunkan fungsi hati. Kurangnya aktivitas fisik membuat metabolisme melambat, penumpukan lemak lebih mudah terjadi, termasuk di hati. Padahal olahraga ringan seperti jalan kaki 30 menit sehari sudah cukup membantu kerja hati tetap prima.